Minggu, 18 November 2012

Training untuk Trainer



Pada kesempatan kali ini saya ingin membagikan materi training untuk menjadi seorang trainer. Materi tersebut saya dapatkan ketika menghadiri training yang berjudul “Training for The Trainers” di tempat saya melaksanakan praktek industri.
Tujuan daripada training itu sendiri adalah sebagai berikut:

  1. Agar peserta tahu apa itu TRAINING dan untuk apa TRAINING diadakan
  2. Agar peserta tahu cara merancang suatu TRAINING
  3. Agar peserta bisa membuat silabus TRAINING
  4. Agar peserta bisa menjadi TRAINER

Langsung saja, mari kita bahas satu per satu.

  1.  Apa itu training? Dan untuk apa training diadakan?
“Training adalah Proses pemindahan pengetahuan dan keterampilan dari seseorang kepada orang lain sehingga orang lain tersebut menjadi cakap dalam pekerjaannya”.
Apakah training itu kegiatan yg dilakukan secara indoor bersifat formal laiknya seminar? Oh tentu tidak. Dimana pun tempatnya, apabila terjadi suatu proses pemindahan pengetahuan/keterampilan kepada orang lain (seperti yang sudah dijelaskan dari definisi sebelumnya) itu tetap bisa dikatakan sebagai training.
  2. Cara Merancang Sebuah Training?
a.       Identifikasi kebutuhan Training
b.      Merumuskan tujuan Training
c.       Menyusun Silabus
d.      Cara penyajian materi training
e.      Membuat metode evaluasi 
  3. Cara Membuat Silabus Training?
Langkah selanjutnya adalah membuat silabus training. Yang perlu diingat disini adalah silabus tidak sama dengan materi. Cara membuat silabus Training adalah sebagai berikut
a.       Tentukan ability yang ingin dicapai
b.      Indikator apa yang menandakan tercapainya ability tersebut?
c.       Apa yang perlu diketahui seseorang agar bisa menguasai ability tersebut?
d.      Apa yang perlu dilakukan seseorang agar bisa menguasai ability tersebut.
e.      Susunlah materi tersebut secara urut dan  sistematis.
  4. Agar bisa menjadi Trainer?
Langkah yang harus dicapai agar tercapainya tujuan  yang terakhir ini adalah dengan cara à Berlatih. Training yang bagus bisa dilihat dari persiapan (meliputi latihan) yang matang.
Dan bagi peserta Training, agar Training bisa berjalan dengan baik perlu diminta kerja samanya agar tidak menerapkan mental blocking yakni sikap tidak mau menerima perubahan. Selain itu para peserta training wajib menganalisa, mempraktikkan, melakukan penguatan kepercayaan diri dan diakhiri dengan consensus dengan sang trainer. Konsensus disini berupa kesepakatan tidak tertulis akan adanya tindak lanjut seperti à diharapkan peserta training mengajukan diri untuk menjadi training pada kesempatan selanjutnya. Demikian, semoga bermanfaat J

8 komentar:

  1. sekedar mampir sambi meramaikan blog ini :)

    BalasHapus
  2. Terima kasih sudah mampir ;)

    BalasHapus
  3. sekedar mampir sambi meramaikan blog ini :)

    BalasHapus
  4. Suardi Janos16 Mei 2013 08.52

    Terima kasih atas ilmu pengetahuannya tentang Trainer. Saya juga seorang Trainer. Operation Trainer di perusahaan Batubara.

    BalasHapus
  5. Saya ingin menjadi trainer di perusahaan.
    Mudah2 an keinginan saya terwujud.
    Aamien

    BalasHapus
  6. Bertambah pengetahuan trimaksh paparannya

    BalasHapus
  7. Mampir.
    Semoga semua instruktur ke depannya memiliki sertifikasi kompetensi

    Salam
    Luki Transwish
    Instruktur sertifikasi bnsp

    BalasHapus

Bagi yang sudah berkunjung silakan jangan lupa isi komentarnya disini...
Terimakasih^^