Sabtu, 24 November 2012

Berbagai Mitos yang Harus Dihindari Jika Ingin Sukses

  10 comments    
categories: 

Mitos
 Di negara berkembang, banyak masyarakat yang terjangkit penyakit mitos-mitos menyesatkan. Ada kalangan tertentu yang mempercayai kekuatan gaib dan mitos ilmu sesat bisa membuat mereka kaya mendadak. Mereka berharap pada tuyul untuk mencuri uang tetangga supaya cepat kaya. Ada pula yang mempercayai dan memakai ilmu pelaris supaya dagangannya laku keras.
Zaman modern sekarang pun hal-hal mistis seperti itu masih dipercayai. Kalangan ini merupakan kelompok yang berharap nasib baik berpihak pada mereka. Orang-orang ini berharap cepat kayak arena alam gaib akan membantu. Setelah diketahui, ternyata mereka tetap sama seperti sebelumnya dan kenyataannya mereka tidak aman dalam jangka panjang, mereka mengandalkan ilmu hitam dan percaya mitos menyesatkan tersebut akan membantu.

Rabu, 21 November 2012

Persaudaraan BEC Tanpa Batas

  3 comments    
categories: ,
Eratnya Persaudaraan Laskar BEC

Pada kesempatan yang berbahagia ini, Saya ingin sedikit menceritakan tentang pengalaman yang kalau kata om Mario Teguh itu: “Super Sekali”. Sebuah pengalaman tentang keluarga besar kampus Bogor EduCARE (BEC). Bagi Sahabat yang belum tau apa itu BEC, ada baiknya membaca artikel saya terdahulu yang berjudul Kuliah Gratis, Mau?. Sebelumnya, saya ingin berterima kasih kepada semua pihak terkait yang menginspirasi saya untuk membuat tulisan ini, khususnya untuk Laskar BEC, sebutan bagi keluarga besar alumni mau pun Mahasiswa yang sedang berjuang di BEC.
BEC, tidak bisa dipungkiri lagi, adalah potongan terbesar mozaik kehidupan saya. Banyak pengalaman dan ilmu yang telah saya peroleh di sana. Mulai dari ilmu administrasi, komputer hingga bahasa inggris. Terlepas dari itu semua, yang paling menarik perhatian saya adalah kekeluargaan yang terbentuk antar mahasiswa BEC. Baru kali ini saya merasakan kekeluargaan yang sangat kental di berbagai kesempatan, tidak terbatas tempat (hanya di kampus saja).

Selasa, 20 November 2012

Pelajaran Hidup Dari Titanic

  2 comments    
categories: 
Titanic

Sahabat mungkin berpikir tentang romantisnya kisah cinta Leonardo Di Caprio dan Kate Winslet dalam film Titanic. Tetapi Sahabat mungkin tidak memperhatikan bagaimana karakter perancang kapal, kapten, para penumpang kapal yang bereaksi di depan kematian:

Senin, 19 November 2012

Sudut Pandang Kegagalan

Gambar persepsi
Perhatikan gambar di atas. Lihatlah, seorang nenek tua yang sedih ditinggal suaminya, raut wajahnya menampakka aura layaknya wanita berumur 70 tahun. Dari wajahnya, Sahabat dapat melihat hidung yang begitu besar, kain penutup rambut, dagu yang menjorok keluar dan syal hitam yang menggululng di bahunya. Mulut sedikit terbuka dan bergumam tentang kesedihannya ditinggal suami. Nenek tua sedih karena hari-hari yang akan datang dia tidak akan bersama suami tercinta. Suami kesayangannya itu telah pergi dan menikah lagi dengan wanita lain.

Minggu, 18 November 2012

Lirik Lagu The Script – Hall of Fame (feat will.i.am)


Awal mendengar lagu ini adalah pada saat mengikuti training yang berjudul “Training for The Trainers”. Pada saat itu, kebetulan saya bertindak sebagai assisten si Trainer. Sebelum acara dimulai, persiapan pun dilakukan. Persiapan tersebut meliputi pengecekan proyektor beserta kelengkapan presentasi lainnya. Pada saat mengecek video klip yang disertakan dalam folder presentasinya, saya menemukan video klip berjudul: The Script – Hall of Fame(feat will.i.am). Saya pun langsung memutarnya. Dari awal hingga akhir, musiknya sangat easy listening dan yang lebih membuat saya tertarik adalah dengan lirik lagu tersebut. Lirik lagunya begitu sarat akan motivasi sehingga dijamin akan membangkitkan semangat kita dalam menjalani hidup ini. Berikut adalah liriknya:

Yeah, You could be the greatest
You can be the best
You can be the king kong banging on your chest

You could beat the world
You could beat the war
You could talk to God, go banging on his door

You can throw your hands up
You can be the clock
You can move a mountain
You can break rocks
You can be a master
Don’t wait for luck
Dedicate yourself and you can find yourself

Standing in the hall of fame
And the world’s gonna know your name
Cause you burn with the brightest flame
And the world’s gonna know your name
And you’ll be on the walls of the hall of fame

You could go the distance
You could run the mile
You could walk straight through hell with a smile

You could be the hero
You could get the gold
Breaking all the records that thought never could be broke

Do it for your people
Do it for your pride
Never gonna know if you never even try

Do it for your country
Do it for you name
Cause there’s gonna be a day

When your, standing in the hall of fame
And the world’s gonna know your name
Cause you burn with the brightest flame
And the world’s gonna know your name
And you’ll be on the walls of the hall of fame

Be a champion, Be a champion, Be a champion, Be a champion

On the walls of the hall of fame

Be students
Be teachers
Be politicians
Be preachers

Be believers
Be leaders
Be astronauts
Be champions

Training untuk Trainer



Pada kesempatan kali ini saya ingin membagikan materi training untuk menjadi seorang trainer. Materi tersebut saya dapatkan ketika menghadiri training yang berjudul “Training for The Trainers” di tempat saya melaksanakan praktek industri.
Tujuan daripada training itu sendiri adalah sebagai berikut:

  1. Agar peserta tahu apa itu TRAINING dan untuk apa TRAINING diadakan
  2. Agar peserta tahu cara merancang suatu TRAINING
  3. Agar peserta bisa membuat silabus TRAINING
  4. Agar peserta bisa menjadi TRAINER

Langsung saja, mari kita bahas satu per satu.

  1.  Apa itu training? Dan untuk apa training diadakan?
“Training adalah Proses pemindahan pengetahuan dan keterampilan dari seseorang kepada orang lain sehingga orang lain tersebut menjadi cakap dalam pekerjaannya”.
Apakah training itu kegiatan yg dilakukan secara indoor bersifat formal laiknya seminar? Oh tentu tidak. Dimana pun tempatnya, apabila terjadi suatu proses pemindahan pengetahuan/keterampilan kepada orang lain (seperti yang sudah dijelaskan dari definisi sebelumnya) itu tetap bisa dikatakan sebagai training.
  2. Cara Merancang Sebuah Training?
a.       Identifikasi kebutuhan Training
b.      Merumuskan tujuan Training
c.       Menyusun Silabus
d.      Cara penyajian materi training
e.      Membuat metode evaluasi 
  3. Cara Membuat Silabus Training?
Langkah selanjutnya adalah membuat silabus training. Yang perlu diingat disini adalah silabus tidak sama dengan materi. Cara membuat silabus Training adalah sebagai berikut
a.       Tentukan ability yang ingin dicapai
b.      Indikator apa yang menandakan tercapainya ability tersebut?
c.       Apa yang perlu diketahui seseorang agar bisa menguasai ability tersebut?
d.      Apa yang perlu dilakukan seseorang agar bisa menguasai ability tersebut.
e.      Susunlah materi tersebut secara urut dan  sistematis.
  4. Agar bisa menjadi Trainer?
Langkah yang harus dicapai agar tercapainya tujuan  yang terakhir ini adalah dengan cara à Berlatih. Training yang bagus bisa dilihat dari persiapan (meliputi latihan) yang matang.
Dan bagi peserta Training, agar Training bisa berjalan dengan baik perlu diminta kerja samanya agar tidak menerapkan mental blocking yakni sikap tidak mau menerima perubahan. Selain itu para peserta training wajib menganalisa, mempraktikkan, melakukan penguatan kepercayaan diri dan diakhiri dengan consensus dengan sang trainer. Konsensus disini berupa kesepakatan tidak tertulis akan adanya tindak lanjut seperti à diharapkan peserta training mengajukan diri untuk menjadi training pada kesempatan selanjutnya. Demikian, semoga bermanfaat J

Sabtu, 17 November 2012

Bagaimana Cara Menyampaikan Sesuatu dengan Benar?


Pertama-tama jangan terkejut karena jawaban dari judul di atas tidak akan anda temukan jawabannya di artikel ini. Artikel ini sebenarnya sengaja dibuat dengan tujuan mengajak sahabat blogger untuk share  pendapat dan saran akan permasalahan yang kerap saya alami. hehe :p
Langsung saja, menurut sahabat, bagaimana cara menyampaikan sesuatu dengan baik dan benar itu?
Seringkali pada berbagai kesempatan, orang bertanya sesuatu yang belum dipahaminya kepada saya. Setelah saya mendengar pertanyaan yang dimaksud, sebenarnya saya paham, akan tetapi untuk menjelaskan kepada mereka saya menemui kesulitan untuk memulai dari mana. Selain itu ketika saya sudah menjelaskan kepada mereka, ketika mereka saya tanya apakah sudah paham atau masih belum paham, rata-rata dari mereka malah bertambah bingung.