Sabtu, 03 Maret 2012

Tak Seperti Yang Terlihat


Kawan tentunya tahu tentang fatamorgana. Suatu keadaan yang sering kita alami ketika kita melihat ke kejauhan di sepanjang rel kereta api. Ketika itu kita akan melihat adanya air. Keadaan serupa yang sering terjadi pula di padang gurun yang gersang. Saya tidak akan membahas tentang mengapa hal itu (fatamorgana) terjadi karena saya yakin kawan lebih paham tentang itu.

Berbicara tentang fatamorgana, pernahkah kawan mengalami situasi yang sama seperti fatamorgana dalam keadaan sehari-hari dimana kawan berada di tempat yang keadaannya tidak sama dengan si tempat tersebut? Kita ambil sekolah sebagai contohnya. Mungkin sewaktu kawan masih duduk di bangku sekolah pernah mempunyai pemikiran yang sama dengan saya, dimana sekolah tak ubahnya seperti penjara terselubung. Keadaannya sama seperti penjara namun bedanya dengan penjara yang sesungguhnya ialah sekolah adalah penjara bagi orang-orang terpelajar.

Ada begitu banyak peraturan. Kebanyakan dari peraturan tersebut berisi larangan. Bagi saya, yang pada waktu itu sedang dalam masa pecarian jati diri, sangatlah tidak efektif dan justru hanya akan membangun persepsi yang negatif tentang sekolah. Ditambah lagi dengan para pengajar yang notabene pembuat peraturan tersebut justru secara terang-terangan melanggarnya. Perilakunya persis wakil rakyat kita di gedung DPR nun jauh disana, mereka yang membuat mereka yang melanggar.

Ketika kebebasan berkreasi dibatasi, ketika gerak-gerik perilaku siswa diawasi, ketika itu pula lah keadaan seperti penjara terasa begitu nyata.

Semua kegiatan (pribadi) yang diadakan diluar sekolah, walaupun itu tidak megatasnamakan kegiatan sekolah langsung dicurigai, padahal bukankah mereka selalu mengajarkan kami  untuk tidak su’udzon terhadap segala sesuatunya? Dan masih banyak lagi peristiwa yang mereka ajarkan kapada kami justru mereka yang melanggarnya seakan mereka lupa atas apa yang mereka ajarkan kepada kami.

Atas nama kemerdekaan berkreasi dan berbendapat, tulisan ini sengaja dibuat. Tentunya saya juga menghormati jika kawan mempunyai pendapat yang berbeda dengan pendapat yang saya tuangkan ke dalam tulisan ini. Namun tentunya kawan juga pasti sependapat dengan saya kalau perbedaan itu indah.

Demikian, semoga bermanfaat^^





5 komentar:

  1. keep posting,,, itung-itung belajar menyampaikan pendapat, agar semakin terasah dan bisa menyampaikan dengan cara yang lebih baik, sehingga inti dari pesan tersampaikan.

    salam
    -andre tauladan-

    BalasHapus
  2. Setuju gan...
    mungkin bagi "mereka" peraturan dibuat untuk dilanggar...
    tapi untungnya masih ada orang orang yang bertanggung jawab, yah semoga aja bangsa ini bisa menjadi lebih baik lagi...

    BalasHapus
  3. @Andre tauladan & Wahyudi K nugroho : Sip, makasih kawan :)

    BalasHapus

Bagi yang sudah berkunjung silakan jangan lupa isi komentarnya disini...
Terimakasih^^