Selasa, 27 Maret 2012

Mencari Solusi = Tindakan Terbaik


Dalam sesi tanya jawab pada berbagai seminar akan bahasan yang negatif, sang penanya kerap kali menanyakan siapa yang harus bertanggung jawab akan kejadian tersebut ketimbang menanyakan bagaimana cara menanggulanginya. Untuk contohnya adalah ketika ada pembahasan tentang masuknya budaya asing yang dapat merusak moral bangsa serta menggusur status budaya nasional yang terlebih dulu ada. Saya mendapati ada orang yang dengan ngototnya bertanya tentang siapa yang harusnya bertanggung jawab atas kejadian ini.

Jujur hal itu sangat mengganggu sekali bagi saya. Dalam perasaan yang cukup kecewa karena pertanyaan ‘bodoh’ seperti itu terlontarkan dari mulut seorang pemuda penerus bangsa yang katanya terdidik dan terpelajar itu, saya pun mencoba untuk berbicara baik-baik kepada yang bersangkutan bahwasanya tidak baik kita mencari-cari kambing hitam dalam setiap permasalahan. Karena ini adalah masalah bersama yang asal muasal dan penyebabnya itu kurang jelas dan apabila diurutkan kronologinya bisa panjang sekali, lebih baik kita bersama-sama mencari solusi penanggulangannya ketimbang buang-buang waktu untuk mencari kambing hitam permasalahan tersebut.

Bayangkan jika anda yang menjadi kambing hitamnya, tentu tidak menyenangkan bukan menanggung semua akibat dari masalah yang jelas-jelas anda tidak lakukan? Anda juga tidak rela jika disalahkan seperti itu tanpa bisa melawan bukan?

Kalau kambing hitam bisa ngomong tentunya mereka sudah berduyun-duyun datang ke Istana Negara mengadakan demo menyuarakan aspirasi mereka yang selalu dituduh ketika permasalahan terjadi. #ngawur

Kalau sudah begini, bisa dikatakan bahwa penjajahan masih berlangsung di negeri ini, sebuah bentuk penjajahan yang sangat berbahaya yaitu: Penjajahan Pemikiran.

Sudah saatnya kita menghilangkan kebiasaan para pendahulu kita yang gemar ‘mencari kambing hitam’ ketika ada permasalahan. Kedewasaan kita juga dituntut ketika menghadapi permasalahan agar tidak ada pihak yang dirugikan dan tersakiti dengan sikap kita.

Dalam menghadapi suatu perbedaan pendapat pun, kita harus menghormatinya. Jangan mengumbar ego ketika terjadi silang pendapat karena selain dapat memicu reaksi massa yang lebih besar, hal itu juga dapat menjadikan diri kita dimusuhi oleh banyak orang. Hati boleh panas, tetapi kepala harus tetap dingin, saya rasa sikap itulah yang harus kita terapkan.

Perlu ditegaskan sekali lagi bahwa sebaiknya kita ubah mindset kita agar kita dapat membawa negeri ini ke arah yang lebih baik.




4 komentar:

  1. by the way,sebelum menjudge orang tersebut,ada baiknya kita tahu dulu latarbelakang dia. kalau dia seorang akademisi,sudah barang tentu anda dapat memenangkan argumen dengan telak.

    BalasHapus
  2. @M. Rizki Aditya: Ya,Saya setuju :)

    BalasHapus

Bagi yang sudah berkunjung silakan jangan lupa isi komentarnya disini...
Terimakasih^^