Rabu, 07 Maret 2012

Ketika Seorang Life Observer Berjualan...

Pagi itu cuaca sangat mendukung untuk Saya dan rekan saya yang tergabung dalam sebuah perusahaan bernama Inovator Muda Group 15 yang penggagasnya terdiri dari Arin (bukan nama samaran), Egis (bukan nama samaran), Obi (bukan nama samaran) dan Saya sendiri Damas, untuk memulai penjualan produk unggulan kami bernama Mumi Bakar. Perlu diketahui, perusahaan ini awalnya terbentuk atas dasar pemenuhan nilai untuk mata kuliah Entrepreneurship. Untuk target operasi kami yang pertama, sesuai dengan rencana kami akan menggelar lapak berjualan di Lapangan Sempur.

Pemilihan Lapangan Sempur sebagai target operasi nampakya adalah ide yang brilian. Karena selain kita bisa berjualan disana, kita bisa juga sekalian olahraga membaur dengan para pengunjung. Ditambah lagi saat itu sedang berlangsung car free day yang menyebabkan bertambah banyaknya pengunjung lapangan yang berolahraga disana.

Kami mulai berjualan mempromosikan dagangan kami dari jam setengah tujuh pagi. Kami tidak memiliki lapak tempat khusus untuk berjualan sehingga mau tidak mau kami harus berjualan dengan sistem asong. Untuk menghemat tenaga dan waktu kami memutuskan untuk berjualan terpisah menjadi dua kelompok yang masing-masing kelompok terdiri dari dua orang.

Menjadi pedagang asongan nampaknya bukanlah bakat terbaik Saya, namun tidak demikian halnya dengan rekan saya. Ia berhasil menjual dua bungkus dari total empat bungkus Mumi Bakar yang ia bawa. Sedangkan Saya walaupun setelah berkeliling hingga naik ke atas trotoar pun tidak ada yang membeli.

Ketika waktu menunjukkan jam setengah delapan, saat itu kami tengah duduk di dekat tangga bawah, kami dihampiri oleh segerombolan kelompok pemuda berbaju hitam yang bertuliskan EARTH HOUR yang salah satu dari anggotanya mempunyai suara unik karena (maaf) ia berbadan pria bersuarakan wanita. Mereka mengajak kami untuk mendukung program mereka yakni untuk berpartisipasi mendukung program mereka untuk mematikan lampu dari jam setengah sepuluh sampai jam setengah sebelas malam dengan cara menandatangani petisi yang diajukan ke Walikota Bogor. Karena tanpa itu, mereka tidak bisa menyelenggarakan acara tersebut.



Setelah menandatangani petisi tersebut, kami berfoto-foto bersama dengan mereka. Kami harap agar rencana mulia sekelompok anak muda tersebut terselenggarakan pada akhirya agar membuka mata masyarakat untuk menghemat listrik demi kepentingan bersama. Dan setelah sebelumnya didesak untuk membeli dagangan kami dengan alasan simbiosis mualisme mereka pun memborong habis dagangan kami (senangnya... d^^b).

Dari situ kami mendapatkan pelajaran bahwa pertolongan ALLAH (bisa) datang melalui cara yang tidak disangka-sangka sebelumnya.

Tentunya kawan penasaran dengan Mumi Bakar yang sedari tadi Saya singgung-singgung terus dalam tulisan ini. Harap sabar, tunggu tulisan saya berikutnya, Saya janji akan mengulasnya disana.

Semoga bermanfaat, semoga secuil kisah ini dapat memotivasi Anda.

Salam Blogger^^


#Life Observer

6 komentar:

  1. haha...bisa-bisa wae.....
    intinya, anda pasti ingin mempromosikan produk anda....hehe

    BalasHapus
  2. @gama wijaya : apa salahnya kawan, sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui... hehe^^

    BalasHapus
  3. ckckckckckckckckckckckckckckck

    BalasHapus
  4. aduh kaka earth hour maaf ya.. minta royalty aja ke manajer saya>>Damas Dwijayanto hehe:p

    BalasHapus
  5. Innovator muda kayaknya dah gulung tikar nih,, hehe...

    Mas mampir ke blog irsan jg yah :D

    BalasHapus
  6. @Dhavianisme : Inovator muda sedang vakum, semoga kedepannya bisa membuat gebrakan baru (amin). Kunjungan balik ke TKP sukses bro :D

    #punten kang baru bales :p

    BalasHapus

Bagi yang sudah berkunjung silakan jangan lupa isi komentarnya disini...
Terimakasih^^