Senin, 26 Maret 2012

OVJ Awalnya ...



Kebetulan lagi nonton OVJ, kepikiran untuk buat tulisan tentang acara TV yang sekarang masih dan sedang digandrungi oleh banyak kalangan itu. Jujur, awalnya saya merasa aneh ketika pertama kali melihat acara ini (OVJ). Pada saat itu saya merasa bahwa OVJ hanya ikut-ikutan Extravaganza saja yang pada waktu itu sedang berada di puncak popularitasnya. Namun, desas-desus mengenai bagusnya acara ini sampai kepada telinga saya dan Saya pun (pada saat itu) tidak langsung menanggapinya secara serius dengan langsung melihat acara OVJ ini.

Selang berapa lama, setelah Extravaganza mengalami kemunduran dan Saya dilanda kebosanan tingkat akut akan acara itu, Saya pun mencoba memberanikan diri untuk membuktikan perkataan teman-teman Saya mengenai bagusnya acara OVJ. Dan terbukti, pada awalnya Saya merasa jenuh karena melihat pemainnya menggunakan kostum wayang gitu. Namun, tiba-tiba rasa jenuh itu buyar ketika ada salah satu pemain OVJ yang terkena pukulan benda yang terbuat dari bahan tidak berbahaya sejenis sterefoam. Ketika melihat adegan itu, saya merasa terhibur (maklum saja karena saya juga suka bercanda yang ekstrim).

Setelah pengalaman pertama nonton acara itu, saya pun mulai merasa addict. Saya selalu standby untuk melihat acara komedi berbau kekerasan itu. Setelah diamati dari episode ke episode, saya salut terhadap tim yang membuat properti dari sterefoam itu. Properti yang digunakan selalu bervariasi per episodenya. Bentuknya pun unik dan mirip dengan aslinya. Namun cukup disayangkan juga untuk karya sebagus itu dibuat susah-susah hanya untuk dihancurkan oleh wayang OVJ di atas stage.

Daya tarik OVJ selain dari properti yang digunakan ialah terletak pada konsep cerita yang mereka gunakan. Mereka membawakan jalan cerita seperti tidak terkonsep sebelumnya dan terlihat seperti asal-asalan karena cerita dapat berubah alias ngawur di tengah-tengah cerita. Namun, kengawurannya itu sebagai bentuk improvisasi jenius para wayang yang justru berhasil membuat penonton tertawa terpingkal-pingkal.

Dari segi pemainnya pun sangat mendukung sekali menjadikan acara ini layak mendapatkan perhatian lebih masyarakat pecinta acara komedi. Dimotori oleh aksi kocak Sule, kejahilan Andre dan Parto, kegagapan Aziz, serta diiringi oleh nyanyian sinden yang kesemuanya berkominasi menjadi suatu pertunjukan yang amat menghibur, kreatif dan variatif.

Dari waktu ke waktu, tim kreatif sepertinya tak kehabisan ide untuk judul maupun tema OVJ untuk penampilan berikutnya. Yang menjadi fokus saya akhir-akhir ini ialah mengenai mitos di balik performa OVJ. Saat sebuah lagu yang dinyanyikan oleh pemain OVJ pasti langsung mendadak ngehits. Contohnya ialah waktu lagunya milik Cherry Belle yang sepanjang pertunjukan (pada beberapa episode berturut-turut) dinyanyikan oleh Andre cs langsung ngehits di pasaran. Tidak cuma sebatas itu, lagu iwak peyek milik penyanyi trio macan yang kini  selalu disenandungkan oleh para pemain OVJ menyusul meraih kepopularitasan. Sebenarnya tidak hanya lagu, para pemain OVJ pun sering memplesetkan tagline iklan dalam setiap lawakannya. Itu menjadikan pertunjukan mereka tidak membosankan untuk ditonton.

Sampai saat ini, belum ada niatan untuk beralih ke acara lain pada jam acara tersebut berlangsung. Semangat, sukses terus buat OVJ, jangan berhenti menghibur kami dengan aksimu konyolmu yang inspiratif bagi Saya.






3 komentar:

  1. love OVJ !!

    btw, udah di foll :_)

    BalasHapus
  2. @Gembong Abisatya: terimakasih kunjungannya kawan, follbacknya pun sukses #21 :)

    BalasHapus
  3. maju trus ovj thankk

    BalasHapus

Bagi yang sudah berkunjung silakan jangan lupa isi komentarnya disini...
Terimakasih^^