Minggu, 19 Februari 2012

Stop olok-olok terhadap anak !!!


Olok-olok sangatlah merugikan...

Tertawa kepada sorang anak  bisa membahayakan. Ketawa itu dianggap sebagai mengolok-olok dan anak kecil bisa sangat peka terhadap olok-olok tersebut.

Pada suatu hari terjadilah sesuatu di masa kanak-kanak saya di mana saya tidak senang dengan orang tua. Saya rasa pada saat pulang ke rumah saya ingin mengetahui apa yang terjaadi dan terkenang dengan satu peristiwa biasa. Saya mengajukan satu pertanyaan yang bagi orang tua saya nampak lucu. Mereka tertawa.

Saya bisa memahami sekarang bahwa ketawa mereka tidak dimaksudkan sebagai olok-olok, namun dalam kepekaan saya sebagai kanak-kanak saya menganggapnya sebagai olok-olok. Pada waktu itu, satu suara dari dalam berkata, “Saya tidak akan pernah menanyakan apa pun lagi terhadapmu. Saya tidak pernah bertanya kalau saya bisa menghindarinya. Saya belajar dari sumber lain. Sebagian dikarenakan oleh konflik (“Saya harus bertanya, namun Saya tidak akan melakukannya”), saya menjadi gagap.

Jadi kesimpulannya ialah: jangan, jangan pernah ketawa atau memperolok anak, apa pun yang terjadi.

Semoga bermanfaat. Salam^^

2 komentar:

  1. Bener Sekali tuh sob.. Saya pun setuju..

    BalasHapus
  2. setuju banget... gak akan beruntung buat yang di olokin, tpi merugikan dan bkin orang bsa prustasi akan suatu olokan tersebut...

    BalasHapus

Bagi yang sudah berkunjung silakan jangan lupa isi komentarnya disini...
Terimakasih^^