Minggu, 19 Februari 2012

Stop olok-olok terhadap anak !!!


Olok-olok sangatlah merugikan...

Tertawa kepada sorang anak  bisa membahayakan. Ketawa itu dianggap sebagai mengolok-olok dan anak kecil bisa sangat peka terhadap olok-olok tersebut.

Pada suatu hari terjadilah sesuatu di masa kanak-kanak saya di mana saya tidak senang dengan orang tua. Saya rasa pada saat pulang ke rumah saya ingin mengetahui apa yang terjaadi dan terkenang dengan satu peristiwa biasa. Saya mengajukan satu pertanyaan yang bagi orang tua saya nampak lucu. Mereka tertawa.

Saya bisa memahami sekarang bahwa ketawa mereka tidak dimaksudkan sebagai olok-olok, namun dalam kepekaan saya sebagai kanak-kanak saya menganggapnya sebagai olok-olok. Pada waktu itu, satu suara dari dalam berkata, “Saya tidak akan pernah menanyakan apa pun lagi terhadapmu. Saya tidak pernah bertanya kalau saya bisa menghindarinya. Saya belajar dari sumber lain. Sebagian dikarenakan oleh konflik (“Saya harus bertanya, namun Saya tidak akan melakukannya”), saya menjadi gagap.

Jadi kesimpulannya ialah: jangan, jangan pernah ketawa atau memperolok anak, apa pun yang terjadi.

Semoga bermanfaat. Salam^^

Sabtu, 18 Februari 2012

Jendela Hati


Mata adalah jendela hati. Ungkapan unik tersebut pertama kali saya dengar ketika tengah menyaksikan sebuah film yang saya lupa judulnya apa. Di film tersebut salah seorang pemainnya mengatakan seperti ini: “Kamu tak perlu berpura-pura, sadarkah kau bahwa matamu telah mengatakan segalanya. Mata adalah jendela hati, ia dapat mengatakan hal sebenarnya meski kau coba berbohong sekalipun”.

Saya sempat terpukau beberapa saat sebelum kemudian akhirnya tersadar ketika untuk pertamakali mendengar ungkapan tersebut. Seketika saya teringat kembali akan peristiwa saat jam mata kuliah berlangsung di sebuah perguruan tinggi yang pernah saya ikuti.

Ketika itu sebelum jam mata kuliah tersebut berlangsung, secara kebetulan di kampus tersebut diadakan razia terhadap mahasiswa dan mahasiswi yang membawa handphone. Sekedar informasi, kampus kami unik karena menerapkan peraturan laiknya jaman SMA dulu. Pada razia tersebut ada dua teman Saya yang terjaring razia karena kedapatan membawa handphone di lokernya.

Selepas itu tibalah kami pada jam mata kuliah yang saya maksud tadi. Di tengah-tengah berlangsungnya jam mata kuliah, sang dosen bertanya kepada kami tentang adakah mahasiswa di kelas kami yang terjaring razia. Kami pun hanya menjawab jumlah orang yang terjaring razia saja tanpa menyebutkan nama teman kami tersebut.

Sang dosen pun penasaran dengan menanyakan nama teman kami tersebut. Kami dengan tidak enak hati pun hanya bisa diam membisu, namun tanpa kami sadari mata kami melirik ke arah teman kami tersebut seolah-olah menunjuk  bahwa merekalah orangnya.

Melihat gelagat aneh itu pun sang dosen hanya bisa tersenyum. Dengan bijak ia berkata: “Mata adalah jendela hati. Kalian sadar nggak sih ketika diam tadi mata kalian tersebut melirik ke arah teman kalian seolah-olah memberitahu kepada saya bahwa dia lah orangnya? Tanpa perlu bertanya lagi saya sudah tahu orangnya berkat mata kalian”

Dari pertemuan singkat itu saya belajar banyak sekali tentang arti sebuah kejujuran. Sebagaimana pun kita berusaha untuk menyembunyikan sebuah kebohongan, ada bagian dari tubuh kita yang tidak bisa diajak kompromi untuk berbohong yaitu mata. Mata adalah jendela hati. Ya, mata seperti jendela terbuka yang apabila kita lihat kedalamnya maka akan nampaklah isi hati dari sang pemilik mata tersebut.

Semoga bermanfaat. Salam^^

the Meaning of Happiness


Apa sih arti kebahagiaan itu?

Apakah kedudukan sosial di masyarakat menentukan bahwa orang tersebut memiliki kebahagiaan atau tidak? Dalam hal ini apakah sudah dapat dipastikan bahwa orang kaya memiliki kebahagian jika dibandingkan orang miskin?

Jika iya, lantas mengapa masih banyak terdengar di sejumlah berita bahwa banyak jutawan ataupun orang terkenal yang memiliki banyak uang yang mengakhiri hidupya dengan cara bunuh diri karena hidupnya tidak tenang, bukankah mereka sudah bahagia dengan uang yang mereka miliki?

Lantas jika tidak berpengaruh, mengapa banyak orang yang sampai mati-matian berusaha untuk menjadi orang kaya agar mendapatkan kebahagiaan?

“Lebih baik miskin nggak punya uang daripada punya uang banyak tapi nggak tenang”. Itulah komentar nyeleneh salah seorang teman Saya menanggapi fenomena kematian sejumlah jutawan ataupun orang terkenal yang disebabkan bunuh diri maupun overdosis obat terlarang.

Menurut pengamatan saya (berdasarkan pengalaman pribadi juga sih) bahwasanya arti kebahagiaan itu bersifat relatif. Artinya banyak  orang berbeda pendapat tentang mendefinisikan arti kebahagiaan itu sendiri. Ada beberapa orang yang mendefinisikan kebahagiaan adalah sesuatu hal indah yang terjadi ketika ia berhasil mewujudkan dan menjalani kehidupan sesuai dengan apa yang mereka harapkan.

Sedangkan arti kebahagiaan menurut saya ialah ketika Saya berada di tengah-tengah orang yang tersayang, memastikan mereka baik-baik saja. Tak masalah sama sekali meskipun ditengah kekurangan maupun segala keterbatasan dalam menjalaninya.

Segalanya memerlukan uang, tapi uang bukanlah segalanya. Masih banyak yang bisa kita kerjakan meskipun kita tidak punya uang. It is not all about the money. Kebahagiaan tidak bisa dibeli dengan uang, itu intinya.

Bagaimana pendapat Anda tentang kebahagiaan? :-)

Jumat, 17 Februari 2012

Kota Hujan


Ada satu kota di Indonesia yang mempunyai julukan yang unik  yakni kota Bogor. Kota yang terletak di provinsi Jawa Barat ini terkenal dengan julukannya sebagai ‘Kota Hujan’.  Asal mula pemberian julukan tersebut mungkin dikarenakan cuaca di Bogor itu sendiri yang sering hujan.

Tapi faktanya memang begitu. Apa lagi sekarang ini, hampir tiap hari hujan terus. Ada teman Saya dari kota lain bertanya heran kepada Saya tentang bagaimana kalau saat kita menjemur pakaian apakah itu akan kering atau tidak dikarenakan cuaca disini yang sering hujan.

Saya pun menjawab kepada dia, “pasti kering, wong hujannya kan ga seharian”.

Jam tayang antara hujan dan cerah hampir selalu berimbang sehingga untuk pakaian yang dijemur pun bisa kering. Namun jika sudah datang ‘gilanya’, kota Bogor bisa hujan sampai seharian. Hujan yang berlangsung seharian itu sering menyebabkan banjir, efek yang paling terasa mungkin dialami oleh warga Jakarta yang sering menuding bahwa mereka mendapat banjir kiriman dari Bogor.

Hujan deras yang disertai petir yang menyambar-nyambar (menurut saya) menempati urutan kedua keadaan yang paling mengerikan di kota Bogor setelah fenomena sejuta angkot yang ada di kota tersebut. Kalau boleh berpendapat, Saya rasa petir yang ada di Indonesia itu merupakan petir yang terganas di dunia. Bagaimana tidak, intensitas petir di Indonesa ketika hujan sangat besar. Ini yang bisa dijadiakan salah satu fakta penguat pendapat Saya tadi. Namun yang tidak sependapat dengan Saya juga tidak apa-apa, jangan menggerutu, apalagi sampai marah. Santai kawan …

Jika kawan suatu saat berkunjung ke Bogor saran Saya hanya satu, yakni selalu always membawa payung. Dikarenakan cuaca di Bogor sangat tidak konsisten. Anda jangan sampai tertipu hanya karena pagi atau siangnya terik sekali sehingga anda pikir anda tidak perlu membawa payung. Padahal itu sangat berguna sekali.

Salah satu tempat yang paling Saya rekomendasikan sekali buat kawan semua jika suatu saat Anda berekreasi ke sini ialah Kebun Raya Bogor(Bogor Botanical Garden), suatu hutan yang terletak di tengah-tengah kota Bogor. Bisa diibaratkan seperti ini, belum bisa dikatakan anda pernah ke Bogor jika tidak mengunjungi tempat tersebut.

Salam.

Rabu, 08 Februari 2012

My 'foolish' diary ...

Sumber gambar : google
Salam sejahtera buat kawan-kawan blogger semua. Kali ini saya akan berbagi cerita tentang My 'foolish' diary

Seperti yang sudah kita ketahui pada umumya bahwa diary adalah sebuah buku (baik itu berukuran besar maupun kecil) yang isinya bisa memuat tentang daily activity (kegiatan sehari-hari), curhat (curahan hati) maupun coretan-coretan tangan yang meggambarkan tentang kepribadian si pemilik diary itu tersebut.

Dahulu, sangat aneh rasanya ketika mengetahui dan melihat seorang laki-laki memiliki sebuah diary. Tidak habis pikir serta saya tidak kuat untuk membayangkan apa saja yang ditulis di dalam diary itu (jangan-jangan sisi femininnya yang ia tulis).

Tidak dapat dibayangkan apabila saya (seorang laki-laki) ketahuan mempunyai sebuah buku diary oleh teman-teman saya, pasti bakal menjadi bahan tertawan.

Tetapi untungnya hal demikian tidak terjadi. Bahkan teman-teman saya pun ikut menulis diary. Alasan kami menulis diary adalah untuk memenuhi nilai mata kuliah writing sebagai tugas mingguan. Awalnnya saya bingung sekali terhadap hal apa yang akan saya tulis di buku tersebut (wajarlah soalnya ini yang pertama kalinya buat saya menulis diary). Namun setelah melalui perenungan yang cukup banyak memakan waktu akhirnya saya pun menulis tentang kejadian semalam yakni kebiasaan begadang saya.

Pada tulisan perdana di diary tersebut saya mendapatkan nilai yang very good (sangat baik) namun dikarenakan saya terlambat beberapa menit sewaktu penyetoran buku diary kepada dosen yang bersangkutan alhasil nilai saya pun dipenggal menjadi not bad! 

Bercermin pada keteledoran saya di atas, pada penyetoran minggu kedua ini saya harus lebih awal bahkan kalau bisa sebelum dosen yang bersangutan itu datang si diary itu harus sudah tersetor.

Masih sama seperti tulisan perdana, pada tulisan kedua kali ini saya masih bingung tentang apa yang harus saya tulis di buku diary tersebut. Akhirnya saya pun memutuskan untuk menuliskan tentang my personality saja untuk tulisan kedua maupun tulisan-tulisan kedepannnya.

Setelah dipikir-pikir menulis sebuah diary ternyata menyenangkan juga. Dengan diary kita bisa menumpahkan semua perasaan/emosi yang kita rasa pada saat itu juga dan detik juga tanpa adanya pertumpahan darah sedikitpun sebelumnya. (lebay... :p)

So, apa salahnya buat kawan-kawan blogger untuk tidak hanya menulis di blog melainkan pula disebuah buku diary karena selain murah, menulis di buku diary terbilang praktis (menurut saya) karena tidak perlu repot-repot hanya tinggal mempersiapkan alat tulis dan selanjutnya kita bisa memulai coretan-coretan kreatif kita di buku diary tersebut.

Demikian yang bisa saya sampaikan. Maju terus dunia blogging Indonesia !

Salam.