Sabtu, 14 Januari 2012

Bagaikan penderita amnesia ….


Ketika sedang membuka-buka modul sebagai bahan Ujian kuliah, Saya menemukan artikel di dalam modul tersebut yang (menurut Saya) sangat bagus sekali, sekedar berbagi Saya akan memposting artikel tersebut di blog Saya ini. Berikut ini adalah artikelnya, Semoga bermanfaat^^ ....

TTT

Bayangkanlah jika tiba-tiba sekarang anda sudah berada di dalam sebuah kereta api. Tanpa penumpang lain, anda duduk sambil melihat pemandangan diluar kereta. Tidak ada yang aneh, sampai anda tersadar bahwa anda tidak tahu mau kemana sebenarnya anda ini. Dengan berpikir keras anda coba-coba mengingat-ingat proses ketika anda tadi membeli karcis, tapi ajaib… bagaikan penderita amnesia anda tidak bisa mengetahui apa-apa. Semakin lama anda semakin putus asa,, tidak ada tempat bertanya, tidak ada papan pengumuman yang memuat tujuan kereta ini, bahkan ternyata karcis pun tidak ada. Melihat keluar pun percuma karena anda sama seekali tidak mengenal daerah yang dilewati. Selama berjam-jam anda hanya terdiam tak menentu, duduk dalam kehampaan dan ketidakjelasan. Sampai akhirnya anda tertidur.
Dua jam kemudian anda terbangun karena keributan di dekitar anda, ternyata kereta telah penuh sesak. Anda mendengar percakapan banyak orang, hampir semua penumpang bercakap-cakap dengan bahasa yang anda kenal sebagai bahasa Madura karena kekhasan dialeknya. Terlebih setelah anda memperhatikan jenis pakaian mereka plus clurit yang ternyata menyembul di balik pakaian mereka. Anda mulai tersenyum… terlebih lagi ketika ada seseorang yang memberikan buku bersampul biru kepada anda.
“Laporan Harian Praktek Lapang” begitu judul disampul depan buku. Senyum anda pun semakin berkembang, anda ingat sekarang bahwa anda adalah seorang mahasiswa yang akan praktek lapang ke daerah penghasil garam tersebut. Tapi tiba-tiba anda terperanjat ketika menyadari kertas yang terinjak oleh sepatu anda, selembar kertas coretan yang belum selesai berisai sambutan untuk dibacakan ketika sampai di desa. Anda segera mengambil pulpen, pikiran anda bergerak cepat menyusun kata, waktunya tinggal 10 menit lagi.

TTT

Seperti halnya perjalanan di kereta api itu, seperti itu pulalah kehidupan kita, ketika anda disodori buku biru, anda langsung teringat tentang ‘praktek lapang’ anda, maka perjalanan menjadi produktif. Banyak yang harus anda pikirkan, rencanakan dan kerjakan. Anda tidak tertipu dengan lamunan anda sendiri atau terbuai dengan pemandangan di luar. Anda menjadi seseorang yang berusaha menggunakan waktu perjalanan sebaik mungkin ketika anda tahu untuk apa anda ada di dalam kereta dan mau kemana anda ini sebenarnya.
Begitu pula dengan hal yang lebih besar dari sekedar perjalanan di kereta api yaitu perjalanan kehidupan manusia. Betapa seorang manusia hanya akan menyia-nyiakan kehidupannya ketika dia tidak tahu tujuan hidupnya, mengapa ia diciptakan dan pertanyaan asasi lainnya. Ujungnya ia hanya akan tertipu oleh kehidupan dunia seperti halnya orang-orang yang tidak beriman.
“Sesungguhnya Allah memasukkan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh ke dalam surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai. Dan orang-orang yang kafir itu bersenang-senang (di dunia) dan mereka makan seperti makannya binatang-binatang. Dan neraka adalah tempat tinggal mereka.” (Q. S. Muhammad: 12)

3 komentar:

  1. kunjungan balik sukses follow juga dong....

    BalasHapus
  2. Salam Kenal Dari Saya... Admin dari www.semua2ada.blogspot.com

    Jangan Lupa Kunjungannya ya Ke blog saya di www.semua2ada.blogspot.com
    -------------------------------------------------

    BalasHapus

Bagi yang sudah berkunjung silakan jangan lupa isi komentarnya disini...
Terimakasih^^