Senin, 30 Januari 2012

Sisi Positif Dari Rokok

Sumber: google
Segala sesuatunya pasti mengandung sisi baik dan sisi buruk, positif dan negatif. Termasuk rokok, Saya yakin dibalik dari dampak negatif yang selama ini digembar-gemborkan baik itu melalui poster tentang rokok dan unsur-unsur yang terkandung di dalamnya (beserta akibat daripada pengkonsumsiannya) maupun dari media lain tentang bahayanya merokok, Saya rasa ada lah sedikit dari sisi positif rokok itu sendiri (ya walaupun agak sedikit nyeleneh postingan Saya kali ini).

Pada kondisi tertentu sebaiknya Anda merokok saja (ya walaupun Saya sendiri selaku yang buat postingan bukan termasuk perokok). Tapi, di lain kondisi dianjurkan tidak. Inilah beberapa alasannya, let's cekidot :

1. Perokok pasif lebih berbahaya daripada perokok aktif. Maka, untuk mengurangi risiko tersebut, aktiflah merokok.

2. Menghindarkan dari perbuatan jahat karena tidak pernah ditemui orang yang membunuh, mencuri, dan berkelahi sambil merokok.

3.Mengurangi risiko kematian. Dalam berita tidak pernah ditemui orang yang meninggal dalam posisi merokok.

4. Berbuat amal kebaikan. Kalau ada orang yang mau pinjam korek api, paling tidak para perokok tidak mengecewakan orang yang ingin meminjam.

5. Baik untuk basa-basi. Kalau ketemu orang misalnya di halte, kita bisa tawarkan rokok. Kalau basa-basinya tawarkan uang kan nggak lucu.

6. Memberikan lapangan kerja bagi buruh rokok, dokter, pedagang asongan, pembuat asbak, pabrik kemasan, dan perusahaan obat batuk.

7. Bisa untuk alasan untuk tambah gaji karena ada pos untuk rokok dan risiko baju berlubang kena api rokok.

8.Kalau mobil mogok karena busi ngadat tidak ada api, maka sudah siap api.

9. Membantu program KB dan mengurangi penyelewengan karena konon katanya merokok bisa menyebabkan impotensi.

10. Menambah kenikmatan. Sore hari minum kopi dan makan pisang goreng sungguh nikmat, apalagi ditambah merokok.

11. Tanda kalau hari sudah pagi. Kita pasti mendengar ayam merokok.

12. Anti maling. Waktu perokok batuk berat di malam hari, para pencuri tidak berani masuk.

13. Membantu shootng film keji. Rokok digunakan penjahat buat nyundut jagoan yang terikat di kursi.

14. Film koboi pasti lebih gaya kalau ngerokok sambil naik kuda. Soalnya, kalau sambil ngupil susah betul.

15. Membuat awet muda karena konon orang yang merokok berat belum sampai tua udah mati duluan kena kanker paru-paru.

Fakta lain, sekitar 30% orang meninggal dunia karena merokok. Sedangkan 70% bukan perokok. Maka, mungkin Anda perlu mempertimbangkan masuk ke golongan yang lebih sedikit itu, hehehe ....


Referensi: Bawah-bawah dikit by Don Azido Lauk Kebo

Selasa, 24 Januari 2012

Mandi Sauna Murah Meriah Ala PT KAI

Sumber Gambar : Google
Mandi sauna sangat bermanfaat sekali untuk tubuh. Biasanya mandi sauna dilakukan untuk membantu mengeluarkan racun dari dalam tubuh, sauna juga dapat membantu mengendurkan otot tubuh yang kejang, melancarkan kembali peredaran darah dan memperbaiki jaringan otot sehingga kembali relaks.

Keringat yang dihasilkan selepas mandi sauna memberi kebaikan tersendiri untuk tubuh. Keringat tersebut merupakan hasil dari pembakaran tubuh akibat metabolisme. Hasil dari penelitian, sauna dikatakan membantu membakar hingga 400 kalori dalam waktu setengah jam. Atas manfaatnya yang sangat besar ini banyak sekali tampat-tempat  sauna yang mematok harga tinggi untuk sekali kunjungannya.

 Namun bagi Saya seorang pelajar yang duitnya terbatas, agaknya mandi sauna hanya sebuah pemborosan saja. Pengalaman 'bersauna ria' tanpa merogeh kocek dalam-dalam  pernah Saya alami ketika pada hari sabtu kemarin tanggal 21 Januari 2012. Saya beserta kawan-kawan yang hendak pulang ke bogor setelah berwisata dari Kota Tua Jakarta merasa kaget sekali ketika tiba-tiba kereta api ekonomi yang kami tumpangi secara mendadak berhenti padahal saat itu kereta belum sampai di stasiun selanjutnya.

Kami dan para penumpang lainnya terjebak di dalam kereta selama kurang lebih 2 jam. Bisa dibayangkan ketika itu kondisi gerbong sangat padat sekali terbukti dengan banyaknya pula penumpang yang tidak kebagian tempat di dalam gerbong sehingga memilih untuk naik ke atas atap kereta. Suasana di dalam gerbong sangat pengap sekali, kami para penumpang bisa mati lemas karena kehabisan oksigen karenanya. Untungnya pada saat itu ada sebagian dari penumpang yang keluar dari dalam gerbong sehingga ada sedikit ruang untuk kami bernapas.

Sumber Gambar : Google
Di tengah-tengah ketidakpastian itu berulang kali mesin kereta menyala namun seketika mati lagi, "hanya memberi harapan semu", pikir Saya dalam hati. Namun ditengah penderitaan itu, ada hal yang menarik ketika Saya amati pada saat kereta mogok itu. Orang-orang mengeluarkan keringat banyak sekali layaknya sehabis madi sauna. Mirip sekali, tidak jauh beda dengan mandi sauna, hanya saja aroma badan yang dihasilkan mungkin seribu kali lebih tidak sedap jika dibandingkan dengan mandi sauna berbayar mahal tesebut, hehehe...

Selama bertahun-tahun Saya menggunakan kereta sebagai alat transportasi Saya, pengalaman mogok selama 2 jam tersebut boleh dibilang menjadi pengalaman terburuk pertama dan terakhir Saya. Karena setelah dipikir-pikir dan melalui banyak pertimbangan, Saya akan beralih ke alat transportasi lainnya yang walaupun agak sedikit mahal kalau dibandingkan dengan tarif kereta api, namun disisi lain sangat terjamin kuallitasnya dari segi pelayanan, keselamatan dan kenyamanan.

PT KAI sebagai satu-satunya perusahaan yang mengurusi sistem perkerata-apian Indonesia seharusnya berbenah diri dan sadar akan keadaan di lapangan agar tidak banyak lagi pelanggan yang beralih ke alat trasnportasi lain.


Salam.

Sabtu, 14 Januari 2012

Bagaikan penderita amnesia ….


Ketika sedang membuka-buka modul sebagai bahan Ujian kuliah, Saya menemukan artikel di dalam modul tersebut yang (menurut Saya) sangat bagus sekali, sekedar berbagi Saya akan memposting artikel tersebut di blog Saya ini. Berikut ini adalah artikelnya, Semoga bermanfaat^^ ....

TTT

Bayangkanlah jika tiba-tiba sekarang anda sudah berada di dalam sebuah kereta api. Tanpa penumpang lain, anda duduk sambil melihat pemandangan diluar kereta. Tidak ada yang aneh, sampai anda tersadar bahwa anda tidak tahu mau kemana sebenarnya anda ini. Dengan berpikir keras anda coba-coba mengingat-ingat proses ketika anda tadi membeli karcis, tapi ajaib… bagaikan penderita amnesia anda tidak bisa mengetahui apa-apa. Semakin lama anda semakin putus asa,, tidak ada tempat bertanya, tidak ada papan pengumuman yang memuat tujuan kereta ini, bahkan ternyata karcis pun tidak ada. Melihat keluar pun percuma karena anda sama seekali tidak mengenal daerah yang dilewati. Selama berjam-jam anda hanya terdiam tak menentu, duduk dalam kehampaan dan ketidakjelasan. Sampai akhirnya anda tertidur.
Dua jam kemudian anda terbangun karena keributan di dekitar anda, ternyata kereta telah penuh sesak. Anda mendengar percakapan banyak orang, hampir semua penumpang bercakap-cakap dengan bahasa yang anda kenal sebagai bahasa Madura karena kekhasan dialeknya. Terlebih setelah anda memperhatikan jenis pakaian mereka plus clurit yang ternyata menyembul di balik pakaian mereka. Anda mulai tersenyum… terlebih lagi ketika ada seseorang yang memberikan buku bersampul biru kepada anda.
“Laporan Harian Praktek Lapang” begitu judul disampul depan buku. Senyum anda pun semakin berkembang, anda ingat sekarang bahwa anda adalah seorang mahasiswa yang akan praktek lapang ke daerah penghasil garam tersebut. Tapi tiba-tiba anda terperanjat ketika menyadari kertas yang terinjak oleh sepatu anda, selembar kertas coretan yang belum selesai berisai sambutan untuk dibacakan ketika sampai di desa. Anda segera mengambil pulpen, pikiran anda bergerak cepat menyusun kata, waktunya tinggal 10 menit lagi.

TTT

Seperti halnya perjalanan di kereta api itu, seperti itu pulalah kehidupan kita, ketika anda disodori buku biru, anda langsung teringat tentang ‘praktek lapang’ anda, maka perjalanan menjadi produktif. Banyak yang harus anda pikirkan, rencanakan dan kerjakan. Anda tidak tertipu dengan lamunan anda sendiri atau terbuai dengan pemandangan di luar. Anda menjadi seseorang yang berusaha menggunakan waktu perjalanan sebaik mungkin ketika anda tahu untuk apa anda ada di dalam kereta dan mau kemana anda ini sebenarnya.
Begitu pula dengan hal yang lebih besar dari sekedar perjalanan di kereta api yaitu perjalanan kehidupan manusia. Betapa seorang manusia hanya akan menyia-nyiakan kehidupannya ketika dia tidak tahu tujuan hidupnya, mengapa ia diciptakan dan pertanyaan asasi lainnya. Ujungnya ia hanya akan tertipu oleh kehidupan dunia seperti halnya orang-orang yang tidak beriman.
“Sesungguhnya Allah memasukkan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh ke dalam surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai. Dan orang-orang yang kafir itu bersenang-senang (di dunia) dan mereka makan seperti makannya binatang-binatang. Dan neraka adalah tempat tinggal mereka.” (Q. S. Muhammad: 12)