Sabtu, 24 November 2012

Berbagai Mitos yang Harus Dihindari Jika Ingin Sukses

  10 comments    
categories: 

Mitos
 Di negara berkembang, banyak masyarakat yang terjangkit penyakit mitos-mitos menyesatkan. Ada kalangan tertentu yang mempercayai kekuatan gaib dan mitos ilmu sesat bisa membuat mereka kaya mendadak. Mereka berharap pada tuyul untuk mencuri uang tetangga supaya cepat kaya. Ada pula yang mempercayai dan memakai ilmu pelaris supaya dagangannya laku keras.
Zaman modern sekarang pun hal-hal mistis seperti itu masih dipercayai. Kalangan ini merupakan kelompok yang berharap nasib baik berpihak pada mereka. Orang-orang ini berharap cepat kayak arena alam gaib akan membantu. Setelah diketahui, ternyata mereka tetap sama seperti sebelumnya dan kenyataannya mereka tidak aman dalam jangka panjang, mereka mengandalkan ilmu hitam dan percaya mitos menyesatkan tersebut akan membantu.

Selasa, 20 November 2012

Pelajaran Hidup Dari Titanic

  2 comments    
categories: 
Titanic

Sahabat mungkin berpikir tentang romantisnya kisah cinta Leonardo Di Caprio dan Kate Winslet dalam film Titanic. Tetapi Sahabat mungkin tidak memperhatikan bagaimana karakter perancang kapal, kapten, para penumpang kapal yang bereaksi di depan kematian:

Senin, 19 November 2012

Sudut Pandang Kegagalan

Gambar persepsi
Perhatikan gambar di atas. Lihatlah, seorang nenek tua yang sedih ditinggal suaminya, raut wajahnya menampakka aura layaknya wanita berumur 70 tahun. Dari wajahnya, Sahabat dapat melihat hidung yang begitu besar, kain penutup rambut, dagu yang menjorok keluar dan syal hitam yang menggululng di bahunya. Mulut sedikit terbuka dan bergumam tentang kesedihannya ditinggal suami. Nenek tua sedih karena hari-hari yang akan datang dia tidak akan bersama suami tercinta. Suami kesayangannya itu telah pergi dan menikah lagi dengan wanita lain.

Minggu, 18 November 2012

Lirik Lagu The Script – Hall of Fame (feat will.i.am)


Awal mendengar lagu ini adalah pada saat mengikuti training yang berjudul “Training for The Trainers”. Pada saat itu, kebetulan saya bertindak sebagai assisten si Trainer. Sebelum acara dimulai, persiapan pun dilakukan. Persiapan tersebut meliputi pengecekan proyektor beserta kelengkapan presentasi lainnya. Pada saat mengecek video klip yang disertakan dalam folder presentasinya, saya menemukan video klip berjudul: The Script – Hall of Fame(feat will.i.am). Saya pun langsung memutarnya. Dari awal hingga akhir, musiknya sangat easy listening dan yang lebih membuat saya tertarik adalah dengan lirik lagu tersebut. Lirik lagunya begitu sarat akan motivasi sehingga dijamin akan membangkitkan semangat kita dalam menjalani hidup ini. Berikut adalah liriknya:

Yeah, You could be the greatest
You can be the best
You can be the king kong banging on your chest

You could beat the world
You could beat the war
You could talk to God, go banging on his door

You can throw your hands up
You can be the clock
You can move a mountain
You can break rocks
You can be a master
Don’t wait for luck
Dedicate yourself and you can find yourself

Standing in the hall of fame
And the world’s gonna know your name
Cause you burn with the brightest flame
And the world’s gonna know your name
And you’ll be on the walls of the hall of fame

You could go the distance
You could run the mile
You could walk straight through hell with a smile

You could be the hero
You could get the gold
Breaking all the records that thought never could be broke

Do it for your people
Do it for your pride
Never gonna know if you never even try

Do it for your country
Do it for you name
Cause there’s gonna be a day

When your, standing in the hall of fame
And the world’s gonna know your name
Cause you burn with the brightest flame
And the world’s gonna know your name
And you’ll be on the walls of the hall of fame

Be a champion, Be a champion, Be a champion, Be a champion

On the walls of the hall of fame

Be students
Be teachers
Be politicians
Be preachers

Be believers
Be leaders
Be astronauts
Be champions

Training untuk Trainer



Pada kesempatan kali ini saya ingin membagikan materi training untuk menjadi seorang trainer. Materi tersebut saya dapatkan ketika menghadiri training yang berjudul “Training for The Trainers” di tempat saya melaksanakan praktek industri.
Tujuan daripada training itu sendiri adalah sebagai berikut:

  1. Agar peserta tahu apa itu TRAINING dan untuk apa TRAINING diadakan
  2. Agar peserta tahu cara merancang suatu TRAINING
  3. Agar peserta bisa membuat silabus TRAINING
  4. Agar peserta bisa menjadi TRAINER

Langsung saja, mari kita bahas satu per satu.

  1.  Apa itu training? Dan untuk apa training diadakan?
“Training adalah Proses pemindahan pengetahuan dan keterampilan dari seseorang kepada orang lain sehingga orang lain tersebut menjadi cakap dalam pekerjaannya”.
Apakah training itu kegiatan yg dilakukan secara indoor bersifat formal laiknya seminar? Oh tentu tidak. Dimana pun tempatnya, apabila terjadi suatu proses pemindahan pengetahuan/keterampilan kepada orang lain (seperti yang sudah dijelaskan dari definisi sebelumnya) itu tetap bisa dikatakan sebagai training.
  2. Cara Merancang Sebuah Training?
a.       Identifikasi kebutuhan Training
b.      Merumuskan tujuan Training
c.       Menyusun Silabus
d.      Cara penyajian materi training
e.      Membuat metode evaluasi 
  3. Cara Membuat Silabus Training?
Langkah selanjutnya adalah membuat silabus training. Yang perlu diingat disini adalah silabus tidak sama dengan materi. Cara membuat silabus Training adalah sebagai berikut
a.       Tentukan ability yang ingin dicapai
b.      Indikator apa yang menandakan tercapainya ability tersebut?
c.       Apa yang perlu diketahui seseorang agar bisa menguasai ability tersebut?
d.      Apa yang perlu dilakukan seseorang agar bisa menguasai ability tersebut.
e.      Susunlah materi tersebut secara urut dan  sistematis.
  4. Agar bisa menjadi Trainer?
Langkah yang harus dicapai agar tercapainya tujuan  yang terakhir ini adalah dengan cara à Berlatih. Training yang bagus bisa dilihat dari persiapan (meliputi latihan) yang matang.
Dan bagi peserta Training, agar Training bisa berjalan dengan baik perlu diminta kerja samanya agar tidak menerapkan mental blocking yakni sikap tidak mau menerima perubahan. Selain itu para peserta training wajib menganalisa, mempraktikkan, melakukan penguatan kepercayaan diri dan diakhiri dengan consensus dengan sang trainer. Konsensus disini berupa kesepakatan tidak tertulis akan adanya tindak lanjut seperti à diharapkan peserta training mengajukan diri untuk menjadi training pada kesempatan selanjutnya. Demikian, semoga bermanfaat J

Senin, 26 Maret 2012

Membeli Kebahagiaan




Laila murad, seorang pemain drama bangsa yahudi, ketika diwawancarai oleh wartawan, bercerita tentang suaminya, Anwar Wajd, “suamiku adalah seorang dramawan yang lugu. Suatu ketika, ia mengutarakan isi hatinya kepadaku bahwa ia bercita-cita ingin memiliki yang sebanyak sejuta poundsterling (mata uang inggris) meskipun ia harus menderita suatu penyakit. Lalu aku bertanya kepada suamiku, “untuk apa uang sebanyak itu jika engkau harus menderita suatu penyakit?” Suamiku menjawab, sebagian dari uang itu akan aku gunakan untuk berobat, sedang sisanya akan aku gunakan untuk membeli kebahagiaan. Tidak berapa lama kemudian, cita-cita suamiku menjadi kenyataan. Ia memperoleh uang lebih dari sejuta poundsterling. Tetapi kemudian mendadak ia diserang penyakit kanker hati. Maka uang yang ia miliki habis untuk berobat, tetapi penyakit yang ia derita tak kunjung sembuh. Sampai-sampai setiap hari pun ia tak mau makan kecuali sedikit. Ia tak bisa makan banyak. Akhirnya, ia meninggal dengan membawa penyesalan yang amat dalam.”

TTT 

Dari kisah di atas, dapat diambil pelajaran bahwa manusia hanya dapat merencanakan tetapi ALLAH S.W.T. lah yang menentukan. Kemudian pelajaran lain yang dapat diambil ialah kesehatan merupakan anugerah yang tak ternilai harganya (jika kita mau berfikir), serta bahwasanya kebahagiaan itu tidak bisa dibeli oleh uang. Semoga kita bisa menjadi pribadi yang bersyukur bagaimanapun keadaan yang kita alami serta dijauhkan dari segala bentuk sifat kufur yang dapat menyebabkan kita mendapat siksaan yang amat pedih.

Wallahua’lam bisshawab..









Sumber referensi: kertas hafalan mata kuliah Agama Islam 


Jumat, 23 Maret 2012

Keadilan: Barang langka di tengah upaya memajukan bangsa


Sumber : Google
Setelah sekian lama vakum dari dunia per-blog-an, kali ini saya hadir kembali dengan sebuah tulisan yang lebih baru dan fresh. Mari tundukkan sejenak kepala kita, kita berdoa agar kawan-kawan kita yang sampai saat ini berhalangan untuk posting karena alasan tertentu agar bisa meramaikan kembali dunia per-blog-an tanah air.

Baik langsung saja, baru-baru ini Saya melihat kembali aksi Pak Indra Azwan yang ditayangkan di televisi, beliau melakukan jalan kaki dari Malang ke Jakarta untuk menuntut keadilan dan mengembalikan uang senilai Rp 25.000.000,- bahkan dalam wawancara dengan reporter televisi tersebut ia menyatakan rencananya untuk melanjutkan jalan kaki menuju Mekah, Arab Saudi apabila permintaannya sejak beberapa  tahun yang lalu itu tidak dipenuhi oleh Presiden kita, Bapak Susilo Bambang Yudhoyono.
Perjalanan Malang-Jakarta tersebut ditempuhnya sebagai bentuk ekspresi kekecewaannya terhadap ketidakadilan yang terjadi atas kasus kematian anaknya yang bernama Rifki Andika akibat tabrak lari oleh seorang polisi yang bernama Joko Sumantri pada tahun 1993 silam.


Indra Azwan - Sang Pencari Keadilan


Fakta yang mencengangkan seperti yang Saya kutip dari http://makassaronline.blogspot.com/ ialah seperti ini:

Selama 19 tahun, Indra tersiksa karena menyaksikan penabrak anaknya melenggang bebas dari jerat hukum. Dalam putusan Pengadilan Militer Tinggi III Surabaya bernomor PUT/05-K/PMT.III/POL/II/ 2008, Joko dibebaskan dari segala tuntutan karena kasusnya dianggap kedaluwarsa, yakni melewati waktu 12 tahun sejak kecelakaan tahun 1993 hingga dibukanya sidang tahun 2008.


"Hati saya hancur. Saya enggak bisa membayangkan betapa sakitnya anak saya diperlakukan seperti itu. Setelah ditabrak, kok, ditinggal begitu saja. Ada ribuan orang yang mungkin nasibnya seperti saya".

-- Indra Azwan



Padahal, pada putusan yang sama, majelis hakim yang dipimpin Kolonel Laut AR Tampubolon membenarkan terdakwa (Joko) secara sah dan meyakinkan terbukti melakukan tindak pidana ”yang karena kealpaannya menyebabkan matinya orang lain”.



Selama rentang 1993-2008, Indra berkali-kali bertanya kepada polisi ataupun Detasemen Polisi Militer Malang mengenai kelanjutan kasus Rifki. Namun, ia dianggap angin lewat.



Sepenggal kisah di atas tersebut benar-benar terjadi. Inilah realita yang terjadi di sekitar kita!
Bagaimana bisa hal seperti itu terjadi di negara yang menganut paham demokrasi  seperti kita ini?
Jargon demokrasi kan Suara Rakyat, Suara Tuhan”, melihat perlakuan yang menimpa Pak Indra, dimana suaranya kurang didengar bahkan cenderung diabaikan, itu berarti sama saja pemimpin kita sudah (maaf) kafir karena tidak mendengar Suara Rakyat yang tak lain adalah Suara Tuhan.

Pergantian seorang pemimpin (melalui ajang PEMILU 5 tahun sekali) dirasa kurang begitu berarti karena tidak memberikan efek yang signifikan. Menurut pandangan Saya, yang salah adalah sistemnya. Maka yang perlu diganti/diperbaiki adalah sistemnya tersebut bukan si pemimpinnya. Karena apabila ini terus berjalan tanpa adanya perubahan di sistemnya, seorang pengganti pemimpin tidak akan mampu mengubah keadaan karena ia hanya melanjutkan kembali sistem yang sudah ada sebelumnya.

Beralih ke masalah sosial, bisa kita lihat dan rasakan berbagai bentuk ketidak adilan yang merajalela di negeri kita ini. Kita bisa melihatnya melalui media massa, baik cetak maupun elektronik. Dan kita juga bisa merasakannya mungkin melalui pengalaman pribadi. Ngomong-ngomong masalah pribadi, tentu Saya pernah bahkan seringkali mendapati keadaan tersebut menimpa Saya. Sebagai contoh, dalam hal pekerjaan.

Dewasa ini, sulit sekali kita bekerja di suatu perusahaan jika tidak ada orang yang memasukkan kita (biasanya pegawai dari dalam) atau istilah populernya adalah orang dalem. Informasi mengenai lowongan pekerjaan pun tidak dipublish untuk umum dan hanya berputar di kalangan pegawai saja. Itu hanya contoh kecilnya, masih banyak ketidak adilan yang kerap menimpa rakyat kecil di negeri ini.

Semoga tulisan singkat dari Saya ini mampu menggerakkan hati ‘mereka’ yang paham akan keadilan agar bisa menjalankan hukum dengan seadil-adilnya tanpa adanya pandang bulu.

Demikian dari Saya, semoga bermanfaat.



Sabtu, 03 Maret 2012

Tak Seperti Yang Terlihat


Kawan tentunya tahu tentang fatamorgana. Suatu keadaan yang sering kita alami ketika kita melihat ke kejauhan di sepanjang rel kereta api. Ketika itu kita akan melihat adanya air. Keadaan serupa yang sering terjadi pula di padang gurun yang gersang. Saya tidak akan membahas tentang mengapa hal itu (fatamorgana) terjadi karena saya yakin kawan lebih paham tentang itu.

Berbicara tentang fatamorgana, pernahkah kawan mengalami situasi yang sama seperti fatamorgana dalam keadaan sehari-hari dimana kawan berada di tempat yang keadaannya tidak sama dengan si tempat tersebut? Kita ambil sekolah sebagai contohnya. Mungkin sewaktu kawan masih duduk di bangku sekolah pernah mempunyai pemikiran yang sama dengan saya, dimana sekolah tak ubahnya seperti penjara terselubung. Keadaannya sama seperti penjara namun bedanya dengan penjara yang sesungguhnya ialah sekolah adalah penjara bagi orang-orang terpelajar.

Ada begitu banyak peraturan. Kebanyakan dari peraturan tersebut berisi larangan. Bagi saya, yang pada waktu itu sedang dalam masa pecarian jati diri, sangatlah tidak efektif dan justru hanya akan membangun persepsi yang negatif tentang sekolah. Ditambah lagi dengan para pengajar yang notabene pembuat peraturan tersebut justru secara terang-terangan melanggarnya. Perilakunya persis wakil rakyat kita di gedung DPR nun jauh disana, mereka yang membuat mereka yang melanggar.

Ketika kebebasan berkreasi dibatasi, ketika gerak-gerik perilaku siswa diawasi, ketika itu pula lah keadaan seperti penjara terasa begitu nyata.

Semua kegiatan (pribadi) yang diadakan diluar sekolah, walaupun itu tidak megatasnamakan kegiatan sekolah langsung dicurigai, padahal bukankah mereka selalu mengajarkan kami  untuk tidak su’udzon terhadap segala sesuatunya? Dan masih banyak lagi peristiwa yang mereka ajarkan kapada kami justru mereka yang melanggarnya seakan mereka lupa atas apa yang mereka ajarkan kepada kami.

Atas nama kemerdekaan berkreasi dan berbendapat, tulisan ini sengaja dibuat. Tentunya saya juga menghormati jika kawan mempunyai pendapat yang berbeda dengan pendapat yang saya tuangkan ke dalam tulisan ini. Namun tentunya kawan juga pasti sependapat dengan saya kalau perbedaan itu indah.

Demikian, semoga bermanfaat^^





Minggu, 19 Februari 2012

Stop olok-olok terhadap anak !!!


Olok-olok sangatlah merugikan...

Tertawa kepada sorang anak  bisa membahayakan. Ketawa itu dianggap sebagai mengolok-olok dan anak kecil bisa sangat peka terhadap olok-olok tersebut.

Pada suatu hari terjadilah sesuatu di masa kanak-kanak saya di mana saya tidak senang dengan orang tua. Saya rasa pada saat pulang ke rumah saya ingin mengetahui apa yang terjaadi dan terkenang dengan satu peristiwa biasa. Saya mengajukan satu pertanyaan yang bagi orang tua saya nampak lucu. Mereka tertawa.

Saya bisa memahami sekarang bahwa ketawa mereka tidak dimaksudkan sebagai olok-olok, namun dalam kepekaan saya sebagai kanak-kanak saya menganggapnya sebagai olok-olok. Pada waktu itu, satu suara dari dalam berkata, “Saya tidak akan pernah menanyakan apa pun lagi terhadapmu. Saya tidak pernah bertanya kalau saya bisa menghindarinya. Saya belajar dari sumber lain. Sebagian dikarenakan oleh konflik (“Saya harus bertanya, namun Saya tidak akan melakukannya”), saya menjadi gagap.

Jadi kesimpulannya ialah: jangan, jangan pernah ketawa atau memperolok anak, apa pun yang terjadi.

Semoga bermanfaat. Salam^^

Sabtu, 18 Februari 2012

Jendela Hati


Mata adalah jendela hati. Ungkapan unik tersebut pertama kali saya dengar ketika tengah menyaksikan sebuah film yang saya lupa judulnya apa. Di film tersebut salah seorang pemainnya mengatakan seperti ini: “Kamu tak perlu berpura-pura, sadarkah kau bahwa matamu telah mengatakan segalanya. Mata adalah jendela hati, ia dapat mengatakan hal sebenarnya meski kau coba berbohong sekalipun”.

Saya sempat terpukau beberapa saat sebelum kemudian akhirnya tersadar ketika untuk pertamakali mendengar ungkapan tersebut. Seketika saya teringat kembali akan peristiwa saat jam mata kuliah berlangsung di sebuah perguruan tinggi yang pernah saya ikuti.

Ketika itu sebelum jam mata kuliah tersebut berlangsung, secara kebetulan di kampus tersebut diadakan razia terhadap mahasiswa dan mahasiswi yang membawa handphone. Sekedar informasi, kampus kami unik karena menerapkan peraturan laiknya jaman SMA dulu. Pada razia tersebut ada dua teman Saya yang terjaring razia karena kedapatan membawa handphone di lokernya.

Selepas itu tibalah kami pada jam mata kuliah yang saya maksud tadi. Di tengah-tengah berlangsungnya jam mata kuliah, sang dosen bertanya kepada kami tentang adakah mahasiswa di kelas kami yang terjaring razia. Kami pun hanya menjawab jumlah orang yang terjaring razia saja tanpa menyebutkan nama teman kami tersebut.

Sang dosen pun penasaran dengan menanyakan nama teman kami tersebut. Kami dengan tidak enak hati pun hanya bisa diam membisu, namun tanpa kami sadari mata kami melirik ke arah teman kami tersebut seolah-olah menunjuk  bahwa merekalah orangnya.

Melihat gelagat aneh itu pun sang dosen hanya bisa tersenyum. Dengan bijak ia berkata: “Mata adalah jendela hati. Kalian sadar nggak sih ketika diam tadi mata kalian tersebut melirik ke arah teman kalian seolah-olah memberitahu kepada saya bahwa dia lah orangnya? Tanpa perlu bertanya lagi saya sudah tahu orangnya berkat mata kalian”

Dari pertemuan singkat itu saya belajar banyak sekali tentang arti sebuah kejujuran. Sebagaimana pun kita berusaha untuk menyembunyikan sebuah kebohongan, ada bagian dari tubuh kita yang tidak bisa diajak kompromi untuk berbohong yaitu mata. Mata adalah jendela hati. Ya, mata seperti jendela terbuka yang apabila kita lihat kedalamnya maka akan nampaklah isi hati dari sang pemilik mata tersebut.

Semoga bermanfaat. Salam^^

the Meaning of Happiness


Apa sih arti kebahagiaan itu?

Apakah kedudukan sosial di masyarakat menentukan bahwa orang tersebut memiliki kebahagiaan atau tidak? Dalam hal ini apakah sudah dapat dipastikan bahwa orang kaya memiliki kebahagian jika dibandingkan orang miskin?

Jika iya, lantas mengapa masih banyak terdengar di sejumlah berita bahwa banyak jutawan ataupun orang terkenal yang memiliki banyak uang yang mengakhiri hidupya dengan cara bunuh diri karena hidupnya tidak tenang, bukankah mereka sudah bahagia dengan uang yang mereka miliki?

Lantas jika tidak berpengaruh, mengapa banyak orang yang sampai mati-matian berusaha untuk menjadi orang kaya agar mendapatkan kebahagiaan?

“Lebih baik miskin nggak punya uang daripada punya uang banyak tapi nggak tenang”. Itulah komentar nyeleneh salah seorang teman Saya menanggapi fenomena kematian sejumlah jutawan ataupun orang terkenal yang disebabkan bunuh diri maupun overdosis obat terlarang.

Menurut pengamatan saya (berdasarkan pengalaman pribadi juga sih) bahwasanya arti kebahagiaan itu bersifat relatif. Artinya banyak  orang berbeda pendapat tentang mendefinisikan arti kebahagiaan itu sendiri. Ada beberapa orang yang mendefinisikan kebahagiaan adalah sesuatu hal indah yang terjadi ketika ia berhasil mewujudkan dan menjalani kehidupan sesuai dengan apa yang mereka harapkan.

Sedangkan arti kebahagiaan menurut saya ialah ketika Saya berada di tengah-tengah orang yang tersayang, memastikan mereka baik-baik saja. Tak masalah sama sekali meskipun ditengah kekurangan maupun segala keterbatasan dalam menjalaninya.

Segalanya memerlukan uang, tapi uang bukanlah segalanya. Masih banyak yang bisa kita kerjakan meskipun kita tidak punya uang. It is not all about the money. Kebahagiaan tidak bisa dibeli dengan uang, itu intinya.

Bagaimana pendapat Anda tentang kebahagiaan? :-)

Jumat, 17 Februari 2012

Kota Hujan


Ada satu kota di Indonesia yang mempunyai julukan yang unik  yakni kota Bogor. Kota yang terletak di provinsi Jawa Barat ini terkenal dengan julukannya sebagai ‘Kota Hujan’.  Asal mula pemberian julukan tersebut mungkin dikarenakan cuaca di Bogor itu sendiri yang sering hujan.

Tapi faktanya memang begitu. Apa lagi sekarang ini, hampir tiap hari hujan terus. Ada teman Saya dari kota lain bertanya heran kepada Saya tentang bagaimana kalau saat kita menjemur pakaian apakah itu akan kering atau tidak dikarenakan cuaca disini yang sering hujan.

Saya pun menjawab kepada dia, “pasti kering, wong hujannya kan ga seharian”.

Jam tayang antara hujan dan cerah hampir selalu berimbang sehingga untuk pakaian yang dijemur pun bisa kering. Namun jika sudah datang ‘gilanya’, kota Bogor bisa hujan sampai seharian. Hujan yang berlangsung seharian itu sering menyebabkan banjir, efek yang paling terasa mungkin dialami oleh warga Jakarta yang sering menuding bahwa mereka mendapat banjir kiriman dari Bogor.

Hujan deras yang disertai petir yang menyambar-nyambar (menurut saya) menempati urutan kedua keadaan yang paling mengerikan di kota Bogor setelah fenomena sejuta angkot yang ada di kota tersebut. Kalau boleh berpendapat, Saya rasa petir yang ada di Indonesia itu merupakan petir yang terganas di dunia. Bagaimana tidak, intensitas petir di Indonesa ketika hujan sangat besar. Ini yang bisa dijadiakan salah satu fakta penguat pendapat Saya tadi. Namun yang tidak sependapat dengan Saya juga tidak apa-apa, jangan menggerutu, apalagi sampai marah. Santai kawan …

Jika kawan suatu saat berkunjung ke Bogor saran Saya hanya satu, yakni selalu always membawa payung. Dikarenakan cuaca di Bogor sangat tidak konsisten. Anda jangan sampai tertipu hanya karena pagi atau siangnya terik sekali sehingga anda pikir anda tidak perlu membawa payung. Padahal itu sangat berguna sekali.

Salah satu tempat yang paling Saya rekomendasikan sekali buat kawan semua jika suatu saat Anda berekreasi ke sini ialah Kebun Raya Bogor(Bogor Botanical Garden), suatu hutan yang terletak di tengah-tengah kota Bogor. Bisa diibaratkan seperti ini, belum bisa dikatakan anda pernah ke Bogor jika tidak mengunjungi tempat tersebut.

Salam.

Rabu, 08 Februari 2012

My 'foolish' diary ...

Sumber gambar : google
Salam sejahtera buat kawan-kawan blogger semua. Kali ini saya akan berbagi cerita tentang My 'foolish' diary

Seperti yang sudah kita ketahui pada umumya bahwa diary adalah sebuah buku (baik itu berukuran besar maupun kecil) yang isinya bisa memuat tentang daily activity (kegiatan sehari-hari), curhat (curahan hati) maupun coretan-coretan tangan yang meggambarkan tentang kepribadian si pemilik diary itu tersebut.

Dahulu, sangat aneh rasanya ketika mengetahui dan melihat seorang laki-laki memiliki sebuah diary. Tidak habis pikir serta saya tidak kuat untuk membayangkan apa saja yang ditulis di dalam diary itu (jangan-jangan sisi femininnya yang ia tulis).

Tidak dapat dibayangkan apabila saya (seorang laki-laki) ketahuan mempunyai sebuah buku diary oleh teman-teman saya, pasti bakal menjadi bahan tertawan.

Tetapi untungnya hal demikian tidak terjadi. Bahkan teman-teman saya pun ikut menulis diary. Alasan kami menulis diary adalah untuk memenuhi nilai mata kuliah writing sebagai tugas mingguan. Awalnnya saya bingung sekali terhadap hal apa yang akan saya tulis di buku tersebut (wajarlah soalnya ini yang pertama kalinya buat saya menulis diary). Namun setelah melalui perenungan yang cukup banyak memakan waktu akhirnya saya pun menulis tentang kejadian semalam yakni kebiasaan begadang saya.

Pada tulisan perdana di diary tersebut saya mendapatkan nilai yang very good (sangat baik) namun dikarenakan saya terlambat beberapa menit sewaktu penyetoran buku diary kepada dosen yang bersangkutan alhasil nilai saya pun dipenggal menjadi not bad! 

Bercermin pada keteledoran saya di atas, pada penyetoran minggu kedua ini saya harus lebih awal bahkan kalau bisa sebelum dosen yang bersangutan itu datang si diary itu harus sudah tersetor.

Masih sama seperti tulisan perdana, pada tulisan kedua kali ini saya masih bingung tentang apa yang harus saya tulis di buku diary tersebut. Akhirnya saya pun memutuskan untuk menuliskan tentang my personality saja untuk tulisan kedua maupun tulisan-tulisan kedepannnya.

Setelah dipikir-pikir menulis sebuah diary ternyata menyenangkan juga. Dengan diary kita bisa menumpahkan semua perasaan/emosi yang kita rasa pada saat itu juga dan detik juga tanpa adanya pertumpahan darah sedikitpun sebelumnya. (lebay... :p)

So, apa salahnya buat kawan-kawan blogger untuk tidak hanya menulis di blog melainkan pula disebuah buku diary karena selain murah, menulis di buku diary terbilang praktis (menurut saya) karena tidak perlu repot-repot hanya tinggal mempersiapkan alat tulis dan selanjutnya kita bisa memulai coretan-coretan kreatif kita di buku diary tersebut.

Demikian yang bisa saya sampaikan. Maju terus dunia blogging Indonesia !

Salam.

Senin, 30 Januari 2012

Sisi Positif Dari Rokok

Sumber: google
Segala sesuatunya pasti mengandung sisi baik dan sisi buruk, positif dan negatif. Termasuk rokok, Saya yakin dibalik dari dampak negatif yang selama ini digembar-gemborkan baik itu melalui poster tentang rokok dan unsur-unsur yang terkandung di dalamnya (beserta akibat daripada pengkonsumsiannya) maupun dari media lain tentang bahayanya merokok, Saya rasa ada lah sedikit dari sisi positif rokok itu sendiri (ya walaupun agak sedikit nyeleneh postingan Saya kali ini).

Pada kondisi tertentu sebaiknya Anda merokok saja (ya walaupun Saya sendiri selaku yang buat postingan bukan termasuk perokok). Tapi, di lain kondisi dianjurkan tidak. Inilah beberapa alasannya, let's cekidot :

1. Perokok pasif lebih berbahaya daripada perokok aktif. Maka, untuk mengurangi risiko tersebut, aktiflah merokok.

2. Menghindarkan dari perbuatan jahat karena tidak pernah ditemui orang yang membunuh, mencuri, dan berkelahi sambil merokok.

3.Mengurangi risiko kematian. Dalam berita tidak pernah ditemui orang yang meninggal dalam posisi merokok.

4. Berbuat amal kebaikan. Kalau ada orang yang mau pinjam korek api, paling tidak para perokok tidak mengecewakan orang yang ingin meminjam.

5. Baik untuk basa-basi. Kalau ketemu orang misalnya di halte, kita bisa tawarkan rokok. Kalau basa-basinya tawarkan uang kan nggak lucu.

6. Memberikan lapangan kerja bagi buruh rokok, dokter, pedagang asongan, pembuat asbak, pabrik kemasan, dan perusahaan obat batuk.

7. Bisa untuk alasan untuk tambah gaji karena ada pos untuk rokok dan risiko baju berlubang kena api rokok.

8.Kalau mobil mogok karena busi ngadat tidak ada api, maka sudah siap api.

9. Membantu program KB dan mengurangi penyelewengan karena konon katanya merokok bisa menyebabkan impotensi.

10. Menambah kenikmatan. Sore hari minum kopi dan makan pisang goreng sungguh nikmat, apalagi ditambah merokok.

11. Tanda kalau hari sudah pagi. Kita pasti mendengar ayam merokok.

12. Anti maling. Waktu perokok batuk berat di malam hari, para pencuri tidak berani masuk.

13. Membantu shootng film keji. Rokok digunakan penjahat buat nyundut jagoan yang terikat di kursi.

14. Film koboi pasti lebih gaya kalau ngerokok sambil naik kuda. Soalnya, kalau sambil ngupil susah betul.

15. Membuat awet muda karena konon orang yang merokok berat belum sampai tua udah mati duluan kena kanker paru-paru.

Fakta lain, sekitar 30% orang meninggal dunia karena merokok. Sedangkan 70% bukan perokok. Maka, mungkin Anda perlu mempertimbangkan masuk ke golongan yang lebih sedikit itu, hehehe ....


Referensi: Bawah-bawah dikit by Don Azido Lauk Kebo

Selasa, 24 Januari 2012

Mandi Sauna Murah Meriah Ala PT KAI

Sumber Gambar : Google
Mandi sauna sangat bermanfaat sekali untuk tubuh. Biasanya mandi sauna dilakukan untuk membantu mengeluarkan racun dari dalam tubuh, sauna juga dapat membantu mengendurkan otot tubuh yang kejang, melancarkan kembali peredaran darah dan memperbaiki jaringan otot sehingga kembali relaks.

Keringat yang dihasilkan selepas mandi sauna memberi kebaikan tersendiri untuk tubuh. Keringat tersebut merupakan hasil dari pembakaran tubuh akibat metabolisme. Hasil dari penelitian, sauna dikatakan membantu membakar hingga 400 kalori dalam waktu setengah jam. Atas manfaatnya yang sangat besar ini banyak sekali tampat-tempat  sauna yang mematok harga tinggi untuk sekali kunjungannya.

 Namun bagi Saya seorang pelajar yang duitnya terbatas, agaknya mandi sauna hanya sebuah pemborosan saja. Pengalaman 'bersauna ria' tanpa merogeh kocek dalam-dalam  pernah Saya alami ketika pada hari sabtu kemarin tanggal 21 Januari 2012. Saya beserta kawan-kawan yang hendak pulang ke bogor setelah berwisata dari Kota Tua Jakarta merasa kaget sekali ketika tiba-tiba kereta api ekonomi yang kami tumpangi secara mendadak berhenti padahal saat itu kereta belum sampai di stasiun selanjutnya.

Kami dan para penumpang lainnya terjebak di dalam kereta selama kurang lebih 2 jam. Bisa dibayangkan ketika itu kondisi gerbong sangat padat sekali terbukti dengan banyaknya pula penumpang yang tidak kebagian tempat di dalam gerbong sehingga memilih untuk naik ke atas atap kereta. Suasana di dalam gerbong sangat pengap sekali, kami para penumpang bisa mati lemas karena kehabisan oksigen karenanya. Untungnya pada saat itu ada sebagian dari penumpang yang keluar dari dalam gerbong sehingga ada sedikit ruang untuk kami bernapas.

Sumber Gambar : Google
Di tengah-tengah ketidakpastian itu berulang kali mesin kereta menyala namun seketika mati lagi, "hanya memberi harapan semu", pikir Saya dalam hati. Namun ditengah penderitaan itu, ada hal yang menarik ketika Saya amati pada saat kereta mogok itu. Orang-orang mengeluarkan keringat banyak sekali layaknya sehabis madi sauna. Mirip sekali, tidak jauh beda dengan mandi sauna, hanya saja aroma badan yang dihasilkan mungkin seribu kali lebih tidak sedap jika dibandingkan dengan mandi sauna berbayar mahal tesebut, hehehe...

Selama bertahun-tahun Saya menggunakan kereta sebagai alat transportasi Saya, pengalaman mogok selama 2 jam tersebut boleh dibilang menjadi pengalaman terburuk pertama dan terakhir Saya. Karena setelah dipikir-pikir dan melalui banyak pertimbangan, Saya akan beralih ke alat transportasi lainnya yang walaupun agak sedikit mahal kalau dibandingkan dengan tarif kereta api, namun disisi lain sangat terjamin kuallitasnya dari segi pelayanan, keselamatan dan kenyamanan.

PT KAI sebagai satu-satunya perusahaan yang mengurusi sistem perkerata-apian Indonesia seharusnya berbenah diri dan sadar akan keadaan di lapangan agar tidak banyak lagi pelanggan yang beralih ke alat trasnportasi lain.


Salam.

Sabtu, 14 Januari 2012

Bagaikan penderita amnesia ….


Ketika sedang membuka-buka modul sebagai bahan Ujian kuliah, Saya menemukan artikel di dalam modul tersebut yang (menurut Saya) sangat bagus sekali, sekedar berbagi Saya akan memposting artikel tersebut di blog Saya ini. Berikut ini adalah artikelnya, Semoga bermanfaat^^ ....

TTT

Bayangkanlah jika tiba-tiba sekarang anda sudah berada di dalam sebuah kereta api. Tanpa penumpang lain, anda duduk sambil melihat pemandangan diluar kereta. Tidak ada yang aneh, sampai anda tersadar bahwa anda tidak tahu mau kemana sebenarnya anda ini. Dengan berpikir keras anda coba-coba mengingat-ingat proses ketika anda tadi membeli karcis, tapi ajaib… bagaikan penderita amnesia anda tidak bisa mengetahui apa-apa. Semakin lama anda semakin putus asa,, tidak ada tempat bertanya, tidak ada papan pengumuman yang memuat tujuan kereta ini, bahkan ternyata karcis pun tidak ada. Melihat keluar pun percuma karena anda sama seekali tidak mengenal daerah yang dilewati. Selama berjam-jam anda hanya terdiam tak menentu, duduk dalam kehampaan dan ketidakjelasan. Sampai akhirnya anda tertidur.
Dua jam kemudian anda terbangun karena keributan di dekitar anda, ternyata kereta telah penuh sesak. Anda mendengar percakapan banyak orang, hampir semua penumpang bercakap-cakap dengan bahasa yang anda kenal sebagai bahasa Madura karena kekhasan dialeknya. Terlebih setelah anda memperhatikan jenis pakaian mereka plus clurit yang ternyata menyembul di balik pakaian mereka. Anda mulai tersenyum… terlebih lagi ketika ada seseorang yang memberikan buku bersampul biru kepada anda.
“Laporan Harian Praktek Lapang” begitu judul disampul depan buku. Senyum anda pun semakin berkembang, anda ingat sekarang bahwa anda adalah seorang mahasiswa yang akan praktek lapang ke daerah penghasil garam tersebut. Tapi tiba-tiba anda terperanjat ketika menyadari kertas yang terinjak oleh sepatu anda, selembar kertas coretan yang belum selesai berisai sambutan untuk dibacakan ketika sampai di desa. Anda segera mengambil pulpen, pikiran anda bergerak cepat menyusun kata, waktunya tinggal 10 menit lagi.

TTT

Seperti halnya perjalanan di kereta api itu, seperti itu pulalah kehidupan kita, ketika anda disodori buku biru, anda langsung teringat tentang ‘praktek lapang’ anda, maka perjalanan menjadi produktif. Banyak yang harus anda pikirkan, rencanakan dan kerjakan. Anda tidak tertipu dengan lamunan anda sendiri atau terbuai dengan pemandangan di luar. Anda menjadi seseorang yang berusaha menggunakan waktu perjalanan sebaik mungkin ketika anda tahu untuk apa anda ada di dalam kereta dan mau kemana anda ini sebenarnya.
Begitu pula dengan hal yang lebih besar dari sekedar perjalanan di kereta api yaitu perjalanan kehidupan manusia. Betapa seorang manusia hanya akan menyia-nyiakan kehidupannya ketika dia tidak tahu tujuan hidupnya, mengapa ia diciptakan dan pertanyaan asasi lainnya. Ujungnya ia hanya akan tertipu oleh kehidupan dunia seperti halnya orang-orang yang tidak beriman.
“Sesungguhnya Allah memasukkan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh ke dalam surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai. Dan orang-orang yang kafir itu bersenang-senang (di dunia) dan mereka makan seperti makannya binatang-binatang. Dan neraka adalah tempat tinggal mereka.” (Q. S. Muhammad: 12)