Jumat, 25 November 2011

Silsilah Hadits-Hadits Masyhur (yang sering diucapkan atau didengar)



Silsilah Hadits-Hadits Masyhur (yang sering diucapkan atau didengar)
Mukaddimah
Yang dimaksud dengan HADITS MASYHUR disini bukan sebagaimana definisinya di dalam Ilmu Mushthalah Hadits, yaitu hadits yang merupakan bagian dari hadits Ahad dan mata rantai periwayatnya dari jenjang pertama hingga terakhir (pengarang buku) berjumlah 3 sampai 9 orang pada setiap levelnya. Akan tetapi yang dimaksud disini adalah Hadits-hadits yang masyhur (tersohor) karena sering diucapkan oleh lisan atau sering didengar, terutama oleh para penceramah. Alias sudah menjadi buah bibir dan disampaikan dari mulut ke mulut.
Dalam hal ini, para ulama banyak yang menulis buku jenis ini karena sangat penting sekali diketahui oleh umat. Hadit-hadits yang ada di dalamnya bervariasi baik dari aspek kualitas maupun tema dimana ia sering dibicarakan orang dan didengar. Masalahnya, ketika seseorang mengucapkannya atau menukilnya, dia seakan mengatasnamakan Rasulullah alias bahwa ia adalah sabda beliau.
Tentu saja, hal ini amat berbahaya bagi umat karenanya para ulama hadits mengantisipasinya dengan mengarang buku jenis ini hingga dapat memudahkan umat di dalam mencari hadits-hadits yang kira-kira sering diucapkan dan didengar tersebut, terkadang menyatakan kualitasnya.
HADITS PERTAMA

1. أَبْرِدُوْا بِالطَّعَامِ فَإِنَّ الْحَارَّ لاَ بَرَكَةَ فِيْهِ

“Dinginkanlah makanan, sebab (makanan) yang panas itu tidak ada berkahnya”
SUMBER HADITS:
Hadits tersebut diriwayatkan oleh ad-Daylamy dari Ibnu ‘Umar
KUALITAS HADITS:

Ini adalah ‘HADITS DLA’ÎF’ (Lemah)

Tentang kelemahan hadits ini juga disebutkan di dalam buku-buku berikut:
1. al-Maqâshid al-Hasanah Fî Bayân Katsîr Min al-Ahâdîts al-Musytahirah ‘Alâ al-Alsinah, karya Imam as-Sakhâwy, hal. 11
2. Tamyîz ath-Thayyib min al-Khabîts Fî m6a yadûru ‘alâ Alsinah an-Nâs Min al-Hadîts, karya ‘Abdurrahman bin ‘Aly bin ad-Dîba’, hal. 5
3. Kasyf al-Khafâ’ wa Muzîl al-Ilbâs ‘Ammâ Isytahara Min al-Ahâdîts ‘Alâ Alsinah an-Nâs, karya al-‘Ajlûny, Jld I, hal. 28
4. Dla’îf al-Jâmi’ wa Ziyâdatuhu, karya Syaikh al-Albany, no. 37
TEMA HADITS:
Ada sementara orang yang memberikan nasehat agar jangan melumat makanan yang masih panas tetapi perlu ditunggu dulu hingga adem/dingin sehingga tidak membahayakan.
Bila sebatas alasan tersebut, maka tidak ada masalah selama tidak menggunakan hadits diatas sebagai dalilnya trus meyakininya. Realitasnya, ada sementara orang pula yang berdalih dengan hadits diatas bahwa makanan yang panas itu tidak memiliki BERKAH padahal kualitas hadits tersebut ‘DLA’IF alias LEMAH
Para ulama sepakat bahwa HADITS DLA’IF tidak dapat dijadikan hujjah kecuali di dalam masalah ‘Fadlâ’-il al-A’mâl’ dimana mereka masih berselisih pendapat tentang ‘kebolehan’ menggunakan hadits DLA’IF terhadap masalah tersebut.
Pendapat yang rajih/kuat dan berkenan di hati adalah berlaku secara umum, artinya semua hadits DLA’IF tidak dapat dijadikan sebagai hujjah selama tidak ada pendukung lain yang menguatkan dan mengangkat statusnya.

- والله أعلم -

(Diambil dari buku ‘ad-Durar al-Muntatsirah Fî al-Ahâdîts al-Musytahirah’, karya Imam as-Suyuthy, (tahqiq/takhrij hadits oleh Syaikh Muhammad Luthfy ash-Shabbagh), hal. 74, hadits no. 51 dengan beberapa penambahan) 

Hadîts Qudsiy



Apa Itu Hadîts Qudsiy?


Mukaddimah
Pada kajian ilmu hadits kali ini, sengaja kami ketengahkan masalah Hadîts Qudsiy yang tentunya sudah sering didengar atau dibaca tentangnya namun barangkali ada sebagian kita yang belum mengetahuinya secara jelas.
Untuk itu, kami akan membahas tentangnya secara ringkas namun terperinci insya Allah, semoga bermanfa'at.

Definisi

Secara bahasa (Etimologis), kata
القدسي dinisbahkan kepada kata القدس (suci). Artinya, hadits yang dinisbahkan kepada Dzat yang Maha suci, yaitu Allah Ta'ala.
Dan secara istilah (terminologis) definisinya adalah 

ما نقل إلينا عن النبي صلى الله عليه وسلم مع إسناده إياه إلى ربه عز وجل
Sesuatu (hadits) yang dinukil kepada kita dari Nabi Shallallâhu 'alaihi Wa Sallam yang disandarkan beliau kepada Rabb-nya.

Perbedaan Antara Hadîts Qudsiy Dan al-Qur`an

Terdapat perbedaan yang banyak sekali antara keduanya, diantaranya adalah:
1. Bahwa lafazh dan makna al-Qur`an berasal dari Allah Ta'ala sedangkan Hadîts Qudsiy tidak demikian, alias maknanya berasal dari Allah Ta'ala namun lafazhnya berasal dari Nabi Shallallâhu 'alaihi Wa Sallam.
2. Bahwa membaca al-Qur`an merupakan ibadah sedangkan Hadîts Qudsiy tidak demikian.
3. Syarat validitas al-Qur'an adalah at-Tawâtur (bersifat mutawatir) sedangkan Hadîts Qudsiy tidak demikian.

Jumlah Hadîts-Hadîts Qudsiy

Dibandingkan dengan jumlah hadits-hadits Nabi, maka Hadîts Qudsiy bisa dibilang tidak banyak. Jumlahnya lebih sedikit dari 200 hadits.

Contoh

Hadits yang diriwayatkan Imam Muslim di dalam kitab Shahîh-nya dari Abu Dzarr radliyallâhu 'anhu dari Nabi Shallallâhu 'alaihi Wa Sallam pada apa yang diriwayatkan beliau dari Allah Ta'ala bahwasanya Dia berfirman,

يَا عِبَادِي إِنِّي حَرَّمْتُ الظُّلْمَ عَلَى نَفْسِي وَجَعَلْتُهُ بَيْنَكُمْ مُحَرَّمًا فَلاَ تَظَالَمُوْا
"Wahai para hamba-Ku, sesungguhnya Aku telah mengharamkan perbuatan zhalim atas diri-Ku dan menjadikannya diantara kamu diharamkan, maka janganlah kamu saling menzhalimi (satu sama lain)." (HR.Muslim)

Lafazh-Lafazh Periwayatannya

Bagi orang yang meriwayatkan Hadîts Qudsiy, maka dia dapat menggunakan salah satu dari dua lafazh-lafazh periwayatannya:
1.
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم فيما يرويه عن ربه عز وجل
Rasulullah Shallallâhu 'alaihi Wa Sallam pada apa yang diriwayatkannya dari Rabb-nya 'Azza Wa Jalla
2.
قال الله تعالى، فيما رواه عنه رسول الله صلى الله عليه وسلم
Allah Ta'ala berfirman, pada apa yang diriwayatkan Rasulullah Shallallâhu 'alaihi Wa Sallam dari-Nya

Buku Mengenai Hadîts Qudsiy

Diantara buku yang paling masyhur mengenai Hadîts Qudsiy adalah kitab

 الاتحافات السنية بالأحاديث القدسية (al-Ithâfât as-Saniyyah Bi al-Ahâdîts al-Qudsiyyah) karya 'Abdur Ra`uf al-Munawiy.
    Di dalam buku ini terkoleksi 272 buah hadits.




(SUMBER: Buku Taysîr Musthalah al-Hadîts, karya
DR.Mahmûd ath-Thahhân, h.127-128)

Selasa, 15 November 2011

Autobiografi

Nama lengkap Saya adalah Damas Dwijayanto. Saya dilahirkan di kota Bandung pada tanggal 16 Juni 1990. Saya adalah anak kedua dari 4 (empat) bersaudara yang Alhamdulilah semuanya berjenis kelamin laki-laki.  Saat Saya menginjak usia 2 (dua) tahun, Saya dan keluarga pindah ke kota Bogor. Di kota ini (Bogor) Saya masuk Sekolah Dasar Negeri Kebon Pedes 3 Bogor pada tahun 1996 dan lulus tahun 2002. Setelah itu Saya melanjutkan pendidikan Sekolah Menengah Pertama di SMPN 8 Bogor yg beralamat di Jalan Jenderal Ahmad Yani No. 86 bogor selama 3 tahun dan lulus tahun 2005. Setelah lulus SMP Saya melanjutkan pendidikan menengah Saya di SMK Tri Dharma 2 Bogor yang beralamat di Jalan Kebon Pedes No.25 Bogor. Di SMK Tri Dharma 2 Bogor ini Saya mengambil jurusan Multimedia, suatu jurusan yang baru saja dibuka pada tahun itu di SMK Tri Dharma 2 Bogor ini dan dengan kata lain bahwa Saya termasuk angkatan pertama.
Dan setelah lulus dari pendidikan yang melelahkan itu Saya pun memutuskan untuk bekerja dengan pertimbangan bahwa dengan Saya bekerja insya Allah sedikit banyak bisa mengurangi beban biaya pendidikan adik-adik Saya. 
Dibutuhkan waktu yang relatif lama untuk Saya mendapat pekerjaan dengan hanya mengandalkan ijazah SMK. Dan setelah pencarian panjang itu (lebih kurang 4 bulan) Saya pun mendapatkan pekerjaan pertama Saya. Saya diterima bekerja di PT Saptajaya Textilindo Bandung, sebuah perusahaan yg bergerak di bidang industri tekstil sebagai operator produksi. 
Setelah melalui banyak pertimbangan Saya pun memutuskan untuk mengundurkan diri dari pekerjaan Saya di perusahaan tersebut yang Sudah Saya jalani selama kurang lebih 2 tahun itu. Saya pun pindah lagi ke kota Bogor untuk bisa berkumpul bersama-sama lagi dengan keluarga. 
Di kota ini Saya berniat untuk bekerja kembali akan tetapi orangtua Saya  menyarankan Saya untuk mendaftar seleksi masuk mahasiswa baru di kampus Bogor EduCare (BEC). Setelah Saya lihat profil BEC melalui internet saya pun tertarik untuk mencoba saran orangtua Saya untuk mengikuti seleksi penerimaan mahasiswa baru di kampus tersebut. Setelah melalui serangkaian tes seleksi masuk penerimaan mahasiswa baru di kampus BEC Alhamdulillah akhirnya Saya pun diterima untuk menjadi Calon Mahasiswa Bogor EduCare angkatan 15 dan wajib mengikuti Masa Orientasi Mahasiswa yang diselenggarakan oleh kampus tersebut.

Pioneer


     Latar belakang pendidikan Saya (multimedia) yang (sedikit) membuat Saya memberanikan diri untuk bergabung dalam kegiatan ekstrakulikuler jurnalis dengan sub divisi Movie pada sebuah kampus yang terletak di Cimahpar.
     Awalnya Saya hanya ikut-ikutan saja ketika ada perekrutan anggota baru pada setiap ekskul maupun divisi-divisi lainnya di kampus tersebut.
Kenapa saya movie? Saya pikir tidak ada salahnya untuk kembali mendalami (bahkan kalo bisa sih syukur2 dapat mengamalkan) ilmu yang saya dapat disaat duduk di bangku SMK dulu.
    Pada saat perekrutan terebut Saya merasa sedikit bingung karena  mahasiswa yang berminat pada ekskul jurnalis ini sangat minim sekali. Alhasil saya pun ditunjuk untuk menjadi ketua / pemimpin redaksi movie periode 2011-2012. Saya merasa keberatan pada waktu itu (jujur sebenernya sampe sekarang juga masih ngerasa keberatan... hehe), Saya belum pernah menjabat pada sebuah posisi penting dalam sebuah organisasi.       Waktu jamannya Saya sekolah pun sebenarnya Saya cukup aktif namun hanya sebagai follower saja tidak seperti sekarang ini menjabat untuk posisi yang sangat merepotkan.... :(
Namun setelah angkatan sebelumnya yakni pengurus periode sebelum kami meyakinkan Saya, akhirnya Saya pun (walau dengan berat hati) bersedia melanjutkan perjuangan mereka untuk menjadikan jurnalis (khususnya redaksi movie) sebagai satu-satunya ekskul ternyantai, terkeren, terpopuler, terelegan.... B-)