Sabtu, 24 November 2012

Berbagai Mitos yang Harus Dihindari Jika Ingin Sukses

  10 comments    
categories: 

Mitos
 Di negara berkembang, banyak masyarakat yang terjangkit penyakit mitos-mitos menyesatkan. Ada kalangan tertentu yang mempercayai kekuatan gaib dan mitos ilmu sesat bisa membuat mereka kaya mendadak. Mereka berharap pada tuyul untuk mencuri uang tetangga supaya cepat kaya. Ada pula yang mempercayai dan memakai ilmu pelaris supaya dagangannya laku keras.
Zaman modern sekarang pun hal-hal mistis seperti itu masih dipercayai. Kalangan ini merupakan kelompok yang berharap nasib baik berpihak pada mereka. Orang-orang ini berharap cepat kayak arena alam gaib akan membantu. Setelah diketahui, ternyata mereka tetap sama seperti sebelumnya dan kenyataannya mereka tidak aman dalam jangka panjang, mereka mengandalkan ilmu hitam dan percaya mitos menyesatkan tersebut akan membantu.

Selasa, 20 November 2012

Pelajaran Hidup Dari Titanic

  2 comments    
categories: 
Titanic

Sahabat mungkin berpikir tentang romantisnya kisah cinta Leonardo Di Caprio dan Kate Winslet dalam film Titanic. Tetapi Sahabat mungkin tidak memperhatikan bagaimana karakter perancang kapal, kapten, para penumpang kapal yang bereaksi di depan kematian:

Senin, 19 November 2012

Sudut Pandang Kegagalan

Gambar persepsi
Perhatikan gambar di atas. Lihatlah, seorang nenek tua yang sedih ditinggal suaminya, raut wajahnya menampakka aura layaknya wanita berumur 70 tahun. Dari wajahnya, Sahabat dapat melihat hidung yang begitu besar, kain penutup rambut, dagu yang menjorok keluar dan syal hitam yang menggululng di bahunya. Mulut sedikit terbuka dan bergumam tentang kesedihannya ditinggal suami. Nenek tua sedih karena hari-hari yang akan datang dia tidak akan bersama suami tercinta. Suami kesayangannya itu telah pergi dan menikah lagi dengan wanita lain.

Minggu, 18 November 2012

Lirik Lagu The Script – Hall of Fame (feat will.i.am)


Awal mendengar lagu ini adalah pada saat mengikuti training yang berjudul “Training for The Trainers”. Pada saat itu, kebetulan saya bertindak sebagai assisten si Trainer. Sebelum acara dimulai, persiapan pun dilakukan. Persiapan tersebut meliputi pengecekan proyektor beserta kelengkapan presentasi lainnya. Pada saat mengecek video klip yang disertakan dalam folder presentasinya, saya menemukan video klip berjudul: The Script – Hall of Fame(feat will.i.am). Saya pun langsung memutarnya. Dari awal hingga akhir, musiknya sangat easy listening dan yang lebih membuat saya tertarik adalah dengan lirik lagu tersebut. Lirik lagunya begitu sarat akan motivasi sehingga dijamin akan membangkitkan semangat kita dalam menjalani hidup ini. Berikut adalah liriknya:

Yeah, You could be the greatest
You can be the best
You can be the king kong banging on your chest

You could beat the world
You could beat the war
You could talk to God, go banging on his door

You can throw your hands up
You can be the clock
You can move a mountain
You can break rocks
You can be a master
Don’t wait for luck
Dedicate yourself and you can find yourself

Standing in the hall of fame
And the world’s gonna know your name
Cause you burn with the brightest flame
And the world’s gonna know your name
And you’ll be on the walls of the hall of fame

You could go the distance
You could run the mile
You could walk straight through hell with a smile

You could be the hero
You could get the gold
Breaking all the records that thought never could be broke

Do it for your people
Do it for your pride
Never gonna know if you never even try

Do it for your country
Do it for you name
Cause there’s gonna be a day

When your, standing in the hall of fame
And the world’s gonna know your name
Cause you burn with the brightest flame
And the world’s gonna know your name
And you’ll be on the walls of the hall of fame

Be a champion, Be a champion, Be a champion, Be a champion

On the walls of the hall of fame

Be students
Be teachers
Be politicians
Be preachers

Be believers
Be leaders
Be astronauts
Be champions

Training untuk Trainer



Pada kesempatan kali ini saya ingin membagikan materi training untuk menjadi seorang trainer. Materi tersebut saya dapatkan ketika menghadiri training yang berjudul “Training for The Trainers” di tempat saya melaksanakan praktek industri.
Tujuan daripada training itu sendiri adalah sebagai berikut:

  1. Agar peserta tahu apa itu TRAINING dan untuk apa TRAINING diadakan
  2. Agar peserta tahu cara merancang suatu TRAINING
  3. Agar peserta bisa membuat silabus TRAINING
  4. Agar peserta bisa menjadi TRAINER

Langsung saja, mari kita bahas satu per satu.

  1.  Apa itu training? Dan untuk apa training diadakan?
“Training adalah Proses pemindahan pengetahuan dan keterampilan dari seseorang kepada orang lain sehingga orang lain tersebut menjadi cakap dalam pekerjaannya”.
Apakah training itu kegiatan yg dilakukan secara indoor bersifat formal laiknya seminar? Oh tentu tidak. Dimana pun tempatnya, apabila terjadi suatu proses pemindahan pengetahuan/keterampilan kepada orang lain (seperti yang sudah dijelaskan dari definisi sebelumnya) itu tetap bisa dikatakan sebagai training.
  2. Cara Merancang Sebuah Training?
a.       Identifikasi kebutuhan Training
b.      Merumuskan tujuan Training
c.       Menyusun Silabus
d.      Cara penyajian materi training
e.      Membuat metode evaluasi 
  3. Cara Membuat Silabus Training?
Langkah selanjutnya adalah membuat silabus training. Yang perlu diingat disini adalah silabus tidak sama dengan materi. Cara membuat silabus Training adalah sebagai berikut
a.       Tentukan ability yang ingin dicapai
b.      Indikator apa yang menandakan tercapainya ability tersebut?
c.       Apa yang perlu diketahui seseorang agar bisa menguasai ability tersebut?
d.      Apa yang perlu dilakukan seseorang agar bisa menguasai ability tersebut.
e.      Susunlah materi tersebut secara urut dan  sistematis.
  4. Agar bisa menjadi Trainer?
Langkah yang harus dicapai agar tercapainya tujuan  yang terakhir ini adalah dengan cara à Berlatih. Training yang bagus bisa dilihat dari persiapan (meliputi latihan) yang matang.
Dan bagi peserta Training, agar Training bisa berjalan dengan baik perlu diminta kerja samanya agar tidak menerapkan mental blocking yakni sikap tidak mau menerima perubahan. Selain itu para peserta training wajib menganalisa, mempraktikkan, melakukan penguatan kepercayaan diri dan diakhiri dengan consensus dengan sang trainer. Konsensus disini berupa kesepakatan tidak tertulis akan adanya tindak lanjut seperti à diharapkan peserta training mengajukan diri untuk menjadi training pada kesempatan selanjutnya. Demikian, semoga bermanfaat J

Senin, 26 Maret 2012

Membeli Kebahagiaan




Laila murad, seorang pemain drama bangsa yahudi, ketika diwawancarai oleh wartawan, bercerita tentang suaminya, Anwar Wajd, “suamiku adalah seorang dramawan yang lugu. Suatu ketika, ia mengutarakan isi hatinya kepadaku bahwa ia bercita-cita ingin memiliki yang sebanyak sejuta poundsterling (mata uang inggris) meskipun ia harus menderita suatu penyakit. Lalu aku bertanya kepada suamiku, “untuk apa uang sebanyak itu jika engkau harus menderita suatu penyakit?” Suamiku menjawab, sebagian dari uang itu akan aku gunakan untuk berobat, sedang sisanya akan aku gunakan untuk membeli kebahagiaan. Tidak berapa lama kemudian, cita-cita suamiku menjadi kenyataan. Ia memperoleh uang lebih dari sejuta poundsterling. Tetapi kemudian mendadak ia diserang penyakit kanker hati. Maka uang yang ia miliki habis untuk berobat, tetapi penyakit yang ia derita tak kunjung sembuh. Sampai-sampai setiap hari pun ia tak mau makan kecuali sedikit. Ia tak bisa makan banyak. Akhirnya, ia meninggal dengan membawa penyesalan yang amat dalam.”

TTT 

Dari kisah di atas, dapat diambil pelajaran bahwa manusia hanya dapat merencanakan tetapi ALLAH S.W.T. lah yang menentukan. Kemudian pelajaran lain yang dapat diambil ialah kesehatan merupakan anugerah yang tak ternilai harganya (jika kita mau berfikir), serta bahwasanya kebahagiaan itu tidak bisa dibeli oleh uang. Semoga kita bisa menjadi pribadi yang bersyukur bagaimanapun keadaan yang kita alami serta dijauhkan dari segala bentuk sifat kufur yang dapat menyebabkan kita mendapat siksaan yang amat pedih.

Wallahua’lam bisshawab..









Sumber referensi: kertas hafalan mata kuliah Agama Islam 


Jumat, 23 Maret 2012

Keadilan: Barang langka di tengah upaya memajukan bangsa


Sumber : Google
Setelah sekian lama vakum dari dunia per-blog-an, kali ini saya hadir kembali dengan sebuah tulisan yang lebih baru dan fresh. Mari tundukkan sejenak kepala kita, kita berdoa agar kawan-kawan kita yang sampai saat ini berhalangan untuk posting karena alasan tertentu agar bisa meramaikan kembali dunia per-blog-an tanah air.

Baik langsung saja, baru-baru ini Saya melihat kembali aksi Pak Indra Azwan yang ditayangkan di televisi, beliau melakukan jalan kaki dari Malang ke Jakarta untuk menuntut keadilan dan mengembalikan uang senilai Rp 25.000.000,- bahkan dalam wawancara dengan reporter televisi tersebut ia menyatakan rencananya untuk melanjutkan jalan kaki menuju Mekah, Arab Saudi apabila permintaannya sejak beberapa  tahun yang lalu itu tidak dipenuhi oleh Presiden kita, Bapak Susilo Bambang Yudhoyono.
Perjalanan Malang-Jakarta tersebut ditempuhnya sebagai bentuk ekspresi kekecewaannya terhadap ketidakadilan yang terjadi atas kasus kematian anaknya yang bernama Rifki Andika akibat tabrak lari oleh seorang polisi yang bernama Joko Sumantri pada tahun 1993 silam.


Indra Azwan - Sang Pencari Keadilan


Fakta yang mencengangkan seperti yang Saya kutip dari http://makassaronline.blogspot.com/ ialah seperti ini:

Selama 19 tahun, Indra tersiksa karena menyaksikan penabrak anaknya melenggang bebas dari jerat hukum. Dalam putusan Pengadilan Militer Tinggi III Surabaya bernomor PUT/05-K/PMT.III/POL/II/ 2008, Joko dibebaskan dari segala tuntutan karena kasusnya dianggap kedaluwarsa, yakni melewati waktu 12 tahun sejak kecelakaan tahun 1993 hingga dibukanya sidang tahun 2008.


"Hati saya hancur. Saya enggak bisa membayangkan betapa sakitnya anak saya diperlakukan seperti itu. Setelah ditabrak, kok, ditinggal begitu saja. Ada ribuan orang yang mungkin nasibnya seperti saya".

-- Indra Azwan



Padahal, pada putusan yang sama, majelis hakim yang dipimpin Kolonel Laut AR Tampubolon membenarkan terdakwa (Joko) secara sah dan meyakinkan terbukti melakukan tindak pidana ”yang karena kealpaannya menyebabkan matinya orang lain”.



Selama rentang 1993-2008, Indra berkali-kali bertanya kepada polisi ataupun Detasemen Polisi Militer Malang mengenai kelanjutan kasus Rifki. Namun, ia dianggap angin lewat.



Sepenggal kisah di atas tersebut benar-benar terjadi. Inilah realita yang terjadi di sekitar kita!
Bagaimana bisa hal seperti itu terjadi di negara yang menganut paham demokrasi  seperti kita ini?
Jargon demokrasi kan Suara Rakyat, Suara Tuhan”, melihat perlakuan yang menimpa Pak Indra, dimana suaranya kurang didengar bahkan cenderung diabaikan, itu berarti sama saja pemimpin kita sudah (maaf) kafir karena tidak mendengar Suara Rakyat yang tak lain adalah Suara Tuhan.

Pergantian seorang pemimpin (melalui ajang PEMILU 5 tahun sekali) dirasa kurang begitu berarti karena tidak memberikan efek yang signifikan. Menurut pandangan Saya, yang salah adalah sistemnya. Maka yang perlu diganti/diperbaiki adalah sistemnya tersebut bukan si pemimpinnya. Karena apabila ini terus berjalan tanpa adanya perubahan di sistemnya, seorang pengganti pemimpin tidak akan mampu mengubah keadaan karena ia hanya melanjutkan kembali sistem yang sudah ada sebelumnya.

Beralih ke masalah sosial, bisa kita lihat dan rasakan berbagai bentuk ketidak adilan yang merajalela di negeri kita ini. Kita bisa melihatnya melalui media massa, baik cetak maupun elektronik. Dan kita juga bisa merasakannya mungkin melalui pengalaman pribadi. Ngomong-ngomong masalah pribadi, tentu Saya pernah bahkan seringkali mendapati keadaan tersebut menimpa Saya. Sebagai contoh, dalam hal pekerjaan.

Dewasa ini, sulit sekali kita bekerja di suatu perusahaan jika tidak ada orang yang memasukkan kita (biasanya pegawai dari dalam) atau istilah populernya adalah orang dalem. Informasi mengenai lowongan pekerjaan pun tidak dipublish untuk umum dan hanya berputar di kalangan pegawai saja. Itu hanya contoh kecilnya, masih banyak ketidak adilan yang kerap menimpa rakyat kecil di negeri ini.

Semoga tulisan singkat dari Saya ini mampu menggerakkan hati ‘mereka’ yang paham akan keadilan agar bisa menjalankan hukum dengan seadil-adilnya tanpa adanya pandang bulu.

Demikian dari Saya, semoga bermanfaat.